jpnn.com, JAKARTA - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) K.H. Marsudi Syuhud mengapresiasi kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pondok Pesantren (Ponpes) Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (16/10).
Dia menilai silaturahmi ini penting, apalagi pesantren perlu dilibatkan dalam program pembangunan nasional.
BACA JUGA: Putusan MK Terkait Ijazah Gibran
“Kalau ada pemerintah mau, itu namanya wapres, presiden, menteri, ke pesantren, seharusnya memang begitu,” ujar Marsudi dalam keterangannya dikutiip Minggu (18/10).
Menurut Marsudi, pemerintah perlu terus menjalin komunikasi dan melibatkan kalangan pesantren dalam berbagai program pembangunan, mengingat peran lembaga pendidikan Islam tersebut dalam sejarah bangsa.
BACA JUGA: Simulasi 3 Nama Survei SMRC: Elektabilitas Gibran Tertinggi, Prabowo Posisi Buncit
Dia menegaskan keberadaan pesantren bahkan telah mendahului berdirinya Nahdlatul Ulama maupun Republik Indonesia. Oleh karena itu, pesantren memiliki peran penting yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan pembangunan bangsa.
Ia menyebutkan kontribusi pesantren tidak hanya terbatas pada pendidikan agama, tetapi juga mencakup pembentukan moral, penguatan ekonomi, hingga pengembangan kebudayaan.
BACA JUGA: Dua Tahun PrabowoâGibran: Fondasi Pendidikan Makin Kuat
Pembangunan nasional juga tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para kiai, santri, dan komunitas pesantren.
“Membangun bangsa itu bukan hanya pemerintah, termasuk individu-individunya, karena tidak cukup banyak pemerintah saja. Kita harus bersama-sama membangunnya,” ujarnya.
Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Dalwa, Gibran bersilaturahmi dengan para kiai sekaligus meninjau kegiatan pembelajaran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan robotik yang diikuti para santri.
Gibran juga mendorong para santri untuk menguasai perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak.
Kiai Marsudi berharap perhatian pemerintah terhadap penguasaan teknologi di lingkungan pesantren tidak berhenti pada kunjungan, tetapi diikuti dukungan konkret dan berkelanjutan.
Menurutnya, pesantren membutuhkan dukungan infrastruktur digital, mulai dari akses internet, perangkat komputer, hingga tenaga pengajar yang memiliki kemampuan di bidang teknologi.
“Ya mungkin kalau pemimpin negara, nanti tindak lanjutnya ada untuk support. Bantuan apa, mungkin ke depannya untuk pesantren,” ucapnya.
Ia mencontohkan, penyediaan akses internet gratis serta bantuan komputer atau laptop dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kemampuan digital para santri.
Marsudi berharap pemerintah pusat dan daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan tersebut agar pesantren mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan dan penguasaan teknologi di lingkungan pesantren pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Kan kembalinya, sumber daya manusianya kembali untuk Indonesia lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Ponpes Dalwa, Gibran juga meminta doa kepada para kiai agar Presiden Prabowo Subianto diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah pemerintahan.(esy/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Mesyia Muhammad





Komentar (0)