Investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell mencapai Rp 3,3 triliun saat Indeks Saham Gabungan (IHSG) amblas 11,5% pada perdagangan Jumat (16/8). Saham-saham bank besar terpantau paling banyak dilepas.
Berdasarkan data Stockbit, investor asing tercatat paling banyak melakukan aksi jual bersih atau net sell di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 2,3 triliun. Di susul saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 1,15 triliun dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 868 miliar.
Harga saham ketiga bank terbesar di Indonesia ini anjlok hingga menyentuh level auto rejection bawah (ARB) pada penutupan perdagangan. Harga saham BBCA anjlok 14,81% ke level Rp 5.175, BBRI amblas 14,84% ke level Rp 2.640, dan BMRI 14,82% ke level Rp 3.930.
Penurunan IHSG pada Jumat (16/10) merupakan yang terburuk sejak krisis 1998. Sepanjang tahun ini, indeks bahkan telah anjlok mencapai 40%, dengan net sell oleh investor asing mencapai Rp 88 triliun.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, hanya 10 saham yang berhasil menguat pada perdagangan Jumat. Sedangkan 775 saham terkoreksi, dan 10 lainnya tidak bergerak.
Anjloknya pasar saham Indonesia pada akhir pekan lalu terjadi imbas pengumuman MSCI yang membuka opsi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Bila itu terjadi, Indonesia akan kehilangan statusnya sebagai pasar negara berkembang dan posisinya disetarakan dengan negara yang sempat bangkrut, yaitu Argentina, Lebanon, Ukraina, dan Zimbabwe.
Perdagangan saham pada Jumat (16/10) didominasi oleh investor asing mencapai 51%. Investor asing mencatatkan transaksi beli sebesar Rp 14,08 triliun dan jual Rp 17,4 triliun.
Berikut saham-saham yang banyak dijual investor asing:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 2,3 triliun
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,15 triliun
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 868 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 137,79 miliar
- PT Telekomunikasi Tbk (TLKM) Rp 90,22 miliar
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 58,71 miliar
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 23,32 miliar
- PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) Rp 22,26 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 16,84 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) Rp 16,66 miliar





Komentar (0)