Tipis! Peluang Prabowo Lengser pada 2026 Turun Jadi 6 Persen di Polymarket, Ini Faktanya

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pasar prediksi berbasis kripto Polymarket kembali menyoroti kemungkinan Presiden Prabowo Subianto berhenti menjabat sebelum masa jabatan berakhir.

Dalam data terbaru yang dirujuk dari laman Polymarket, peluang Prabowo tidak lagi menjabat presiden hingga 31 Desember 2026 tercatat sebesar 6 persen. Sementara itu, untuk tenggat 30 Juni 2027, peluang yang ditampilkan mencapai 13 persen.

Pasar prediksi tersebut juga mencatat total nilai transaksi sebesar 132.289 dolar AS atau sekitar Rp2,37 miliar, dengan asumsi kurs Rp17.940 per dolar AS.

Angka ini menunjukkan adanya aktivitas perdagangan pengguna yang mengambil posisi atas kemungkinan terjadinya perubahan kepemimpinan di Indonesia.

Meski demikian, angka peluang di Polymarket perlu dipahami secara hati-hati. Nilai tersebut merupakan gambaran penilaian para pengguna yang bertransaksi di platform, bukan hasil survei opini masyarakat, prediksi resmi pemerintah, ataupun bukti bahwa Prabowo akan lengser.

Berdasarkan data yang dikutip dari Polymarket, pasar prediksi mengenai kemungkinan Prabowo berhenti menjabat memiliki dua tenggat yang menjadi perhatian, yakni 31 Desember 2026 dan 30 Juni 2027.

Untuk tenggat akhir 2026, peluang yang tercatat berada di angka 6 persen. Nilai transaksi pada pilihan ini mencapai 58.772 dolar AS atau sekitar Rp1,05 miliar.

BACA JUGA:Dua Tahun Prabowo-Gibran, Deretan Angka Besar Terungkap! Apa Saja yang Sudah Dicapai?

Sementara itu, kontrak dengan tenggat 30 Juni 2027 menunjukkan peluang sebesar 13 persen. Namun, nilai transaksinya baru mencapai 1.053 dolar AS atau sekitar Rp18,9 juta.

Pasar tersebut dijadwalkan berakhir sekitar 1 Juli 2027. Perbedaan nilai transaksi pada kedua tenggat memperlihatkan bahwa aktivitas perdagangan pengguna tidak tersebar secara merata pada setiap pilihan.

Penting untuk dicatat, persentase yang muncul di platform tersebut bukan berarti terdapat kepastian sebesar 6 persen atau 13 persen bahwa Prabowo akan meninggalkan jabatan presiden.

Angka itu merupakan peluang tersirat berdasarkan harga kontrak yang diperdagangkan dan dapat berubah mengikuti aktivitas pasar.

Perkembangan angka di Polymarket juga menjadi perhatian karena peluang Prabowo berhenti menjabat pada akhir 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan sejumlah angka yang diberitakan media pada akhir Mei 2026.

Cointelegraph sebelumnya mencatat peluang tersebut sempat berada di angka 18 persen. Sementara itu, The Diplomat melaporkan angka sebesar 11 persen pada periode yang sama.

Dalam data terbaru yang menjadi acuan artikel ini, peluang untuk tenggat 31 Desember 2026 berada di angka 6 persen.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pelatih FC Bekasi City apresiasi antusiasme pembukaan Liga Putri
• 21 menit lalu
0
thumb
Hasil BRI Super League: Brace Miguel Pereira Hindarkan Persebaya dari Kekalahan Lawan PSS
• 2 jam lalu
0
thumb
Laba Emiten Tumbuh 16,25 Persen di Tengah Koreksi IHSG
• 4 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Naik, Ini 7 Aplikasi Beli Emas Digital
• 4 jam lalu
0
thumb
Laris Manis di Jepang, BYD Racco Resmi Masuk Pasar Sri Lanka dan Dibanderol Rp625 Juta
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.