Heboh Isu Pembatasan Konten soal Karhutla, Komdigi Buka Suara

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Wamen Komdigi), Angga Raka Prabowo, secara tegas membantah terkait isu konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Instagram yang diduga dibatasi.

Heboh Isu Pembatasan Konten soal Karhutla, Komdigi Buka Suara (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Angga Raka Prabowo, secara tegas membantah terkait isu konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Instagram yang diduga dibatasi. 

​"Satu, kalau tadi pertanyaannya ada pembatasan, yang pertama saya tekankan tidak ada pembatasan terhadap konten apapun," ujar Angga di Jakarta pada Minggu (18/10/2026). 

Baca Juga:
Kampanyekan Jurnalisme Berkualitas, Forum Pemred Gelar Run For Good Journalism 2026

Dia menjelaskan setiap platform digital memiliki pedoman komunitas (community guideline) yang menjadi acuan dalam menilai konten yang diunggah pengguna. 

"Di setiap platform itu ada community guideline. Artinya apa? Mereka dengan sistem yang mereka, juga melihat apakah itu konten itu melanggar community guideline mereka atau tidak," kata Angga Raka. 

Baca Juga:
Rest Area Pertama Tol Cisumdawu Ditargetkan Fungsional saat Nataru 2026/2027

Dia menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat. Dia menepis anggapan mengenai adanya pembatasan konten kritik kepada pemerintah dalam menanggulangi musibah karhutla. 

"Yang jelas kita nggak ada, kita, kita semua terbuka terhadap kritik, kita pun terbuka terhadap ataupun masukan yang ada," tuturnya. 

Baca Juga:
Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, BSI (BRIS) Dorong Potensi Rp180 Triliun per Tahun

"Sampai saat ini nggak ada. Nah, kita buktikan itu bahwa sekarang beredar, ada opini yang beredar bahwa ada pembatasan, ya tidak ada pembatasan, tapi harus juga jernih," katanya. 

Selain itu, ia mengingatkan kepada masayarakat untuk teliti dalam menilai informasi yang beredar di media sosial, agar terhindar dari berita bohong dan misinformasi. 

"Terutama kita juga kan punya aturan. Kalau misalnya disinformasi, misinformasi, jadi tolong lebih dalam lagi untuk melihat sesuatu. Tugas kita adalah memverifikasi lagi bagaimana apakah berita itu benar atau tidak," ujar dia. 

Lebih lanjut, ia mengapresiasi penyampaian informasi dan pemberitaan yang dilakukan secara cepat oleh masyarakat melalui media sosial, terutama terkait situasi penanganan karhutla saat ini. 

"Terima kasih kalau berita itu benar, artinya itu membantu juga kepada pemerintah untuk bisa aksi lebih cepat terhadap penanggulangan bencana dan segala macam-macamnya," kata dia. 

Sebelumnya, pengguna media sosial Instagram mengeluh adanya pembatasan unggahan konten terkait karhutla di Kalimantan dan Sumatera. Salah satu influencer yang terdampak yaitu Tasya Farasy. 

Dia menjelaskan, biasanya Insta Story miliknya ditonton lebih dari sejuta kali. Namun, setelah membahas karhutla, jumlah views Story Instagram pribadinya turun signifikan sekitar 85.000 views. 

“Oh gitu caranya mainnya. Shadowbanned ya kalau speak up,” kata Tasya Farasya dalam unggahannya seperti dikutip pada Minggu (18/10/2026).

Meski demikian, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa sebuah akun Instagram benar-benar terkena shadowban karena isu tertentu. 

Diketahui, istilah shadowban biasanya digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika jangkauan atau visibilitas konten di media sosial diduga dibatasi tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pemilik akun.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Spider-Man: Brand New Day dan Insidious: Out of the Further Tayang Oktober 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Italia Selidiki Menhan Israel Soal Dugaan Penganiayaan Aktivis Global Sumud
• 28 menit lalu
0
thumb
Terima Sekjen PBB di Hambalang, Prabowo Gelar Pertemuan Bilateral Strategis
• 4 jam lalu
0
thumb
BI Ungkap 3 Strategi Perkuat Ekonomi Syariah, Dorong UMKM hingga Digitalisasi
• 3 jam lalu
0
thumb
7 Kebiasaan Orang dengan IQ Rendah saat Bermain Media Sosial
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.