JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti menyoroti peryataan Presiden ke -7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut ada operasi politik di balik isu ijazah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming.
Menurutnya, pernyataan tersebut merupakan kepanikan yang telah kehabisan argumennya.
"Lagi panik aja, sudah enggak ada argumennya, tinggal serang-serang ke sana kemari kan," kata Ray dalam Kompas Petang, KompasTV, Minggu (18/10/2026).
Baca Juga: Soal Operasi Politik di Balik Isu Ijazah Gibran, Mardiansyah Semar: Pernyataan Jokowi Masuk Akal
Ray menilai pola reaksi yang ditunjukkan Jokowi menyerupai Prosedur Operasi Standar (SOP) politik lama yang kerap digunakan saat menghadapi tekanan publik.
"Ini kan seperti SOP yang sedang bekerja. SOP pertama itu adalah tuduh mereka sebagai orang-orang yang membuat keributan, kericuhan, dan kegaduhan," ucapnya.
"Dan ternyata enggak begitu laku di tengah masyarakat."
Kemudian yang kedua, kata dia, yakni menuding adanya 'penunggang gelap'.
"Lalu masuk ke SOP kedua, apa itu? Tuduh mereka bahwa orang orang ini ada yang bayarin, ada tokoh politik yang bermain di belakangnya. Ada penunggang gelap gitu," ungkapnya.
"Nah itu yang lagi berjalan ini SOP kedua."
Sementara langkah terakhir, lanjutnya, yang biasanya diambil adalah membawa persoalan ke ranah hukum.
"Kalau SOP kedua ini tidak laku juga di tengah masyarakat, biasanya akan maju ke SOP ketiga, apa itu? Laporkan saja ke polisi satu satu dengan berbagai dalil lah dengan berbagai pasal," ujar Ray.
"Karena bukan kali pertama Pak Jokowi melakukan itu, dan sampai sekarang kita enggak tahu siapa yang dimaksud beliau."
Sebab itu, dia mengaku tidak mengambil pusing pernyataan Jokowi tersebut.
"Saya tidak mau pusing mau beliau mengatakan ada operasi di belakangnya, ada macam-macam, tidak peduli," ucapnya.
Baca Juga: Respons PKS soal Klaim Jokowi Ada Penumpang Gelap di Kasus Ijazah Gibran | SAPA PAGI
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- Jokowi
- Operasi politik
- Isu ijazah gibran
- Raya rangkuti
- Polemik ijazah gibran






Komentar (0)