Timika (ANTARA) - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan bagi 500 warga dari sembilan kampung/desa di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Warga di wilayah itu mengalami krisis pangan pascaserangan mendadak dan penculikan sembilan warga yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) beberapa hari yang lalu.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan ( Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto dalam keterangannya di Timika, Sabtu, mengatakan bantuan bahan makanan tersebut diterbangkan menggunakan dua helikopter milik TNI AU dari Pangkalan Udara TNI AU Yohanis Kapiyau Timika menuju ke Ibukota Distrik Jila dan Kampung Bunaraugin yang saat ini menjadi titik utama pengungsian warga.
"Dalam situasi sulit seperti ini keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama oleh pemerintah yang diwakili oleh Kogabwilhan III," ujarnya.
Pangkogabwilhan memantau langsung dan melakukan pengecekan bahan makanan yang dikirim ke Distrik JIla.
Baca juga: Dandim Mimika : Penyanderaan di Jila adalah tindakan tidak manusiawi
Ia mengatakan bantuan yang diberikan bukan sekadar tentang bahan makanan yang dikirim namun sebagai wujud nyata hadirnya negara di tengah warga dalam kondisi apapun sekaligus pesan bahwasanya warga Papua tidak sendirian.
Sesampainya di titik pengungsian, bantuan dari Kogabwilhan langsung disalurkan ke warga yang telah menunggu sejak pagi. Bantuan makanan yang tersisa dijadikan cadangan dalam posko pengungsian yang dijaga ketat pasukan Satgas TNI.
Letjen Lucky juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia untuk misi kemanusiaan utama yang tengah dilakukan Kogabwilhan III yaitu membebaskan warga yang masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
"Saat ini pasukan Satgas TNI terus berupaya mencari warga yang menjadi korban penculikan," ujarnya
Ia mengingatkan OPM bahwa tidak ada perjuangan, tidak ada perbedaan pandangan, dan tidak ada alasan apapun yang membenarkan penculikan anak-anak dan warga sipil yang tidak berdaya.
Bersama TNI, Letjen Lucky menyebut para tokoh adat dan tokoh agama juga terus menyampaikan seruan dan imbauan kepada OPM agar segera melepaskan seluruh warga.
Baca juga: Dandim: Prajurit TNI kejar kelompok penyandera warga sipil di Jila
"Siapapun tentunya sangat miris melihat anak-anak yang masih begitu belia harus berada dalam situasi yang mengancam keselamatan mereka , terlebih lagi jika mereka harus dijadikan tameng dalam konflik yang sama sekali bukan pilihan mereka" ujarnya.
Warga di wilayah itu mengalami krisis pangan pascaserangan mendadak dan penculikan sembilan warga yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) beberapa hari yang lalu.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan ( Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto dalam keterangannya di Timika, Sabtu, mengatakan bantuan bahan makanan tersebut diterbangkan menggunakan dua helikopter milik TNI AU dari Pangkalan Udara TNI AU Yohanis Kapiyau Timika menuju ke Ibukota Distrik Jila dan Kampung Bunaraugin yang saat ini menjadi titik utama pengungsian warga.
"Dalam situasi sulit seperti ini keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama oleh pemerintah yang diwakili oleh Kogabwilhan III," ujarnya.
Pangkogabwilhan memantau langsung dan melakukan pengecekan bahan makanan yang dikirim ke Distrik JIla.
Baca juga: Dandim Mimika : Penyanderaan di Jila adalah tindakan tidak manusiawi
Ia mengatakan bantuan yang diberikan bukan sekadar tentang bahan makanan yang dikirim namun sebagai wujud nyata hadirnya negara di tengah warga dalam kondisi apapun sekaligus pesan bahwasanya warga Papua tidak sendirian.
Sesampainya di titik pengungsian, bantuan dari Kogabwilhan langsung disalurkan ke warga yang telah menunggu sejak pagi. Bantuan makanan yang tersisa dijadikan cadangan dalam posko pengungsian yang dijaga ketat pasukan Satgas TNI.
Letjen Lucky juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia untuk misi kemanusiaan utama yang tengah dilakukan Kogabwilhan III yaitu membebaskan warga yang masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
"Saat ini pasukan Satgas TNI terus berupaya mencari warga yang menjadi korban penculikan," ujarnya
Ia mengingatkan OPM bahwa tidak ada perjuangan, tidak ada perbedaan pandangan, dan tidak ada alasan apapun yang membenarkan penculikan anak-anak dan warga sipil yang tidak berdaya.
Bersama TNI, Letjen Lucky menyebut para tokoh adat dan tokoh agama juga terus menyampaikan seruan dan imbauan kepada OPM agar segera melepaskan seluruh warga.
Baca juga: Dandim: Prajurit TNI kejar kelompok penyandera warga sipil di Jila
"Siapapun tentunya sangat miris melihat anak-anak yang masih begitu belia harus berada dalam situasi yang mengancam keselamatan mereka , terlebih lagi jika mereka harus dijadikan tameng dalam konflik yang sama sekali bukan pilihan mereka" ujarnya.






Komentar (0)