Ratusan Sekolah di Flores Mulai Aktivasi Pendampingan Psikososial Anak Korban Gempa Bumi

tvonenews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pemulihan sektor pendidikan pasca gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik ruang kelas darurat. 

Langkah penyelamatan psikologis kini mulai berjalan serentak guna memulihkan rasa aman dan mendampingi stabilitas emosional anak-anak serta tenaga pendidik yang terdampak bencana.

Data posko pendidikan mencatat sedikitnya 446 sekolah di Kepulauan Flores telah secara resmi menyatakan membutuhkan dukungan pemulihan trauma (trauma healing) dan pendampingan psikososial khusus.

Skala kebutuhan ini direspons dengan mobilisasi cepat tim gabungan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil, akademisi, dan organisasi profesi. 

Kementerian Pendidikan bersama Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), organisasi NU Online, serta jejaring kampus lokal telah mengerahkan ratusan relawan ke posko-posko pengungsian. 

Di antaranya, Politeknik Cristo Re telah memobilisasi sedikitnya 50 dosen dan mahasiswa untuk mendirikan 10 tenda kemanusiaan terpadu di wilayah terdampak.

Sementara itu, pihak Universitas Terbuka saat ini tengah mempercepat pendataan mahasiswa di Flores yang terdampak langsung bencana guna pemberian relaksasi akademik serta pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dalam waktu dekat.

"Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk terus hadir bersama anak-anak, guru, dan keluarga yang terdampak bencana,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti dalam penegasan komitmen pemulihannya.

Aktivasi layanan psikososial ini didistribusikan bersamaan dengan penerapan Panduan Pembelajaran Darurat yang berfokus pada materi esensial dan literasi-numerasi dasar. 

Guru-guru lokal dilatih secara khusus untuk menyederhanakan materi ajar tanpa memberikan beban ganda pada anak yang masih berada di tenda pengungsian.

Meskipun gerakan psikososial ini telah dimulai, cakupan layanan aktual di lapangan masih berada pada tahap awal jika dibandingkan dengan skala 177.678 murid terdampak di seluruh pulau. 

Pemerintah daerah mengimbau seluruh komunitas masyarakat sipil dan sektor swasta untuk terus berkolaborasi memperluas jangkauan posko trauma healing, terutama di desa-desa pegunungan yang sulit dijangkau moda transportasi darat.(raa)

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tiga Orangutan Kembali ke Rumahnya, BKSDA Kalbar Evakuasi dari Perkebunan Warga di Ketapang
• 23 jam lalu
0
thumb
Pria di Aceh Ditangkap karena Sodomi Bocah 4 Tahun Secara Berulang
• 23 jam lalu
0
thumb
Usai Kalbar, Prabowo Lanjut Pimpin Rapat Penanganan Karhutla di Palangka Raya
• 23 jam lalu
0
thumb
Bupati Jeneponto Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Ruku-Ruku di Bangkala
• 23 jam lalu
0
thumb
Kisah Siswa SDN Batu Cermin, Belajar Lebih Nyaman dengan Meja dan Kursi Baru
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.