MOGADISHU, KOMPAS.TV - Perompak Somalia membajak sebuah kapal tanker pengangkut produk minyak berbendera Eritrea di lepas pantai Yaman. Kapal tersebut kemudian dibawa menuju pesisir Puntland, yang merupakan wilayah semiotonom di Somalia.
Seorang pejabat keamanan maritim Somalia mengatakan, enam perompak bersenjata membajak M.T. Sibu 1 pada Kamis (20/8/2026).
Kapal dibajak sekitar 252 kilometer sebelah timur al-Mukalla, Yaman. Setelah dikuasai, kapal kemudian diarahkan menuju pesisir Puntland.
Sibu 1 membawa 20 awak kapal. Mereka terdiri atas 16 warga India, satu warga Suriah, satu warga Sudan, dan satu warga Irak, sementara kewarganegaraan satu awak lainnya belum diketahui.
Belum diketahui pula dari pelabuhan mana kapal tersebut berangkat maupun tujuan akhirnya. Namun, Sibu 1 dikelola perusahaan Qatrat Alnada Almasi Ship Management yang berbasis di Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Houthi Serang Kapal Kargo di Yaman, Kemlu: 2 WNI Terluka dan 1 Hilang | KOMPAS MALAM
Kapal tersebut juga diketahui pernah dikenai sanksi Departemen Keuangan Amerika Serikat karena diduga menjadi bagian dari “shadow fleet” Iran, yakni jaringan kapal yang digunakan untuk mengangkut produk minyak bumi guna menghindari sanksi AS.
Enam Kapal Dibajak Sejak April 2026Pembajakan Sibu 1 menjadi bagian dari meningkatnya kembali aksi perompakan di kawasan Teluk Aden dan Samudra Hindia bagian barat.
Seperti dikutip dari The Associated Press, sedikitnya enam kapal komersial telah dibajak perompak Somalia sejak April 2026. Sebelum Sibu 1, perompak telah membajak kapal kargo Lutuf di lepas pantai Somalia pada 17 Agustus lalu.
Kapal Lutuf membawa 10 awak, termasuk enam warga India, satu warga Turki, satu warga Georgia, dan dua petugas keamanan asal Serbia.
Sebelumnya, mereka juga membajak kapal Honor 25 pada 21 April, disusul Sward pada 26 April, Eureka pada 2 Mei, dan Asana pada 17 Juli.
Aksi pembajakan juga terjadi semakin jauh dari pesisir Somalia. Kapal Eureka dibajak ketika sedang berlabuh di lepas pantai Yaman, sedangkan Asana dibajak sekitar 65 mil laut atau 120 kilometer sebelah barat daya al-Mukalla.
Baca Juga: Pemerintah Yaman Sebut Houthi Serang Kapal di Bab el-Mandeb, 6 Orang Tewas
Biro Maritim Internasional atau International Maritime Bureau (IMB) mencatat 38 insiden pembajakan dan perampokan bersenjata terhadap kapal di seluruh dunia selama paruh pertama 2026, termasuk lima kasus pembajakan.
IMB menyebut perompak Somalia bertanggung jawab atas 94 persen awak kapal yang disandera dalam periode tersebut.
Puntland Tuduh Ada Pihak di Luar Kendali Pemerintah
Kementerian Keamanan Puntland mengatakan hasil penyelidikan mereka menunjukkan bahwa pihak yang berada di luar kendali Puntland berada di balik meningkatnya kembali aksi pembajakan.
Namun, pemerintah Puntland tidak menyebut kelompok maupun negara yang dimaksud. Klaim tersebut juga belum dapat diverifikasi secara independen.
Puntland mengatakan telah mengerahkan pasukan keamanan di sepanjang pesisir untuk menghadapi ancaman pembajakan.
Pemerintah wilayah tersebut juga mengecam serangan udara yang disebut menghantam kapal nelayan dan properti di sekitar komunitas pesisir yang menjadi lokasi penahanan kapal-kapal hasil pembajakan.
Puntland meminta negara-negara yang terlibat memberikan penjelasan mengenai serangan udara di sekitar Garacad pada 18 dan 20 Agustus.
Kementerian Keamanan Puntland tidak menyebut pihak yang melakukan serangan udara tersebut. Tuduhan itu juga belum dapat dikonfirmasi secara independen.
Ancaman Pembajakan Kembali MeningkatKebangkitan aksi perompakan Somalia menjadi perhatian karena kawasan Teluk Aden merupakan salah satu jalur pelayaran penting yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Merah.
Baca Juga: WNI Tewas dalam Serangan di Selat Bab el-Mandeb Yaman, 3 Awak Kapal Jadi Korban
Perompakan Somalia sebelumnya mencapai puncaknya pada awal 2010-an sebelum menurun drastis setelah adanya patroli internasional, peningkatan keamanan kapal, dan berbagai langkah pencegahan.
Namun, pada 2026 aktivitas pembajakan kembali meningkat. Sejumlah kapal bahkan menjadi sasaran jauh dari pesisir Somalia, menunjukkan bahwa kelompok perompak kembali mampu beroperasi di wilayah perairan yang luas.
Pembajakan Sibu 1 juga terjadi hanya tiga hari setelah Lutuf dibajak di lepas pantai Somalia, memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas perompakan di kawasan Teluk Aden dan Samudra Hindia bagian barat.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- pembajakan kapal
- sibu 1
- perompak somalia
- yaman
- somalia






Komentar (0)