Jakarta: Seorang relawan kemanusiaan, Ahmad Zaki bin Ali Hamzat, 38, pendiri (founder) Yayasan Gerak Bareng, gugur pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 16.04 Wita. Bang Jek -sapaannya- mengembuskan napas terakhir saat menjalankan misi mendistribusikan bantuan untuk para pengungsi gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kelelahan menghentikan langkah Zaki saat ia tengah mendistribusikan bantuan bagi para pengungsi dari wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, menuju Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Kepergian Zaki meninggalkan duka mendalam tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi pemerintah dan sesama relawan kemanusiaan.
Baca Juga :
Kelelahan, Relawan Gempa NTT Gugur Saat Salurkan BantuanHanya beberapa jam sebelum ia mengembuskan napas terakhir, Zaki masih sempat mengunggah video laporan kondisi terkini di lokasi bencana. Dalam unggahan pada Jumat, 21 Agustus 2026, ia mengucap syukur karena amanah dari para donatur telah tersalurkan.
"Alhamdulillah, sekarang Jumat tanggal 21 Agustus 2026, saya sudah enam hari berada di NTT, dan alhamdulillah sebagian besar amanah kawan-kawan baik telah tersampaikan, tersalurkan ke ratusan keluarga yang terdampak gempa," ucapnya dalam video tersebut.
Video terakhir Ahmad Zaki bin Ali Hamzat. (IG: ahmadzaki_ali)
Namun, Zaki juga menyiratkan kekhawatirannya akan kondisi para penyintas gempa yang masih didera gempa susulan, sembari berharap ada tambahan bantuan logistik yang mulai menipis.
"Logistik kita menipis, semoga Jumat ini bisa bertambah lagi. Agar makin banyak dan luas jangkauan bantuan yang bisa kita salurkan. Di Fase Tanggap darurat kita akan fokus pada kebutuhan dasar, oleh karenanya kita butuh support orang-orang baik," tulis Zaki menutup pesannya. Duka Mendalam Mengalir Kepergian Zaki meninggalkan duka mendalam tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan seperjuangan dan pemerintah. Kabar duka ini langsung dikonfirmasi oleh Yayasan Gerak Bareng melalui akun Instagram resmi @ayogerakbareng. Dalam unggahannya, yayasan sosial kemanusiaan ini menyampaikan rasa kehilangan dan duka cita sedalam-dalamnya atas gugurnya sang founder saat bertugas di garis depan kebencanaan.
(Tangkapan layar)
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penghormatan tertinggi atas dedikasi tanpa pamrih yang ditunjukkan almarhum.
"Pemerintah menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Ahmad Zaki bin Ali Hamzat. Pemerintah menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian almarhum dalam misi kemanusiaan," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam siara pers, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Berton turut menyelipkan doa agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan. "Kepada istri, anak, dan keluarga almarhum yang ditinggalkan semoga tetap diberikan ketabahan dan keikhlasan," kata Berton. Zaki Dievakuasi dengan Helikopter Mengingat lokasi medan bencana yang berat dan sulit dijangkau, proses evakuasi jenazah Zaki membutuhkan penanganan khusus. Kantor SAR Maumere bersama seluruh unsur potensi SAR langsung bergerak cepat dengan mengerahkan helikopter Dauphin milik Basarnas.
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, memimpin langsung koordinasi evakuasi tersebut. Tepat di pagi yang diselimuti duka, helikopter penyelamat mendarat di lokasi terdekat.
"Pukul 07.04 Wita, Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum Ahmad Zaki Ali," terang Edy, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Tim SAR Evakuasi Jenasah Relawan Kemanusiaan Gempa NTT, Jumat (21/8). Foto: SAR Maumere
Setelah berhasil diangkat, jenazah Zaki diterbangkan membelah langit Flores menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo. Dari bandara, mobil ambulans telah bersiaga untuk membawa almarhum ke RSUD Pratama Komodo guna menjalani proses pemulasaraan.
Kini, pahlawan kemanusiaan akan diserahkan kepada keluarga tercinta untuk diistirahatkan di tempat peristirahatan terakhirnya.
Kantor SAR Maumere bersama seluruh potensi SAR menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ahmad Zaki Ali. Ia dinilai sebagai relawan yang telah mendedikasikan tenaga dan kepeduliannya untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.
Mayjen Edy mengatakan dedikasi Ahmad Zaki Ali dalam misi kemanusiaan menjadi bagian dari perjuangan bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di tengah situasi bencana.





Komentar (0)