Kyiv: Sedikitnya 16 warga sipil tewas dan 130 lainnya terluka setelah serangan drone Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih, wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina.
Kepala Dewan Pertahanan Kryvyi Rih Oleksandr Vilkul mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Sebanyak sembilan orang, termasuk dua anak-anak, masih dinyatakan hilang.
"Sebanyak 16 warga sipil dari Kryvyi Rih tewas dalam serangan Rusia, dan ada 130 yang terluka, termasuk 25 anak-anak," kata Vilkul melalui Telegram dan dikutip Anadolu Agency.
Dari jumlah korban luka tersebut, 61 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 23 di antaranya berada dalam kondisi serius. Pemerintah kota menetapkan Minggu besok sebagai hari berkabung untuk mengenang para korban.
Serangan terjadi pada Jumat kemarin ketika sejumlah drone Rusia menghantam pusat perbelanjaan terbesar di kota tersebut dan memicu kebakaran.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan itu sebagai "aksi terorisme." Menurut dia, serangan dilakukan dalam dua gelombang. Serangan kedua terjadi sekitar 30 menit setelah serangan pertama dan kebakaran berlangsung, ketika petugas darurat telah berada di lokasi.
Otoritas Rusia belum memberikan komentar mengenai serangan terhadap pusat perbelanjaan tersebut. Serangan Rusia ke Sejumlah Wilayah Ukraina Serangan terhadap Kryvyi Rih terjadi di tengah serangkaian serangan Rusia ke berbagai wilayah Ukraina pada Sabtu pagi.
Administrasi Militer Kota Kyiv melaporkan kebakaran terjadi di sebuah gudang di Distrik Darnytskyi setelah ancaman serangan rudal balistik terdeteksi di ibu kota. Seorang warga dilaporkan tewas dan satu lainnya terluka.
CEO perusahaan kereta api nasional Ukraina Ukrzaliznytsia, Oleksandr Pertsovskyi, mengatakan salah satu fasilitas perusahaan terkena rudal balistik. Stasiun kereta Rozdilna di wilayah Odesa juga mengalami kerusakan, meski lalu lintas kereta api tetap berjalan.
Angkatan Udara Ukraina mengklaim telah menembak jatuh 182 dari 217 drone serta menghancurkan sembilan rudal yang diluncurkan Rusia dalam serangan semalam.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangannya menyasar fasilitas infrastruktur transportasi dan pusat logistik di Kyiv serta wilayah sekitarnya.
Menurut Moskow, salah satu sasaran adalah depo lokomotif Darnytsia yang disebut digunakan untuk pemeliharaan dan perbaikan armada kereta yang mendukung pengangkutan persenjataan dan peralatan militer Ukraina.
Rusia juga mengklaim menyerang pusat logistik di Brovary serta gudang peralatan militer dan tangki bahan bakar di pelabuhan Chornomorsk dan Pivdennyi di wilayah Odesa. Gempuran Balasan Ukraina ke Rusia Pada saat yang sama, Rusia melaporkan serangan drone Ukraina di sejumlah wilayahnya.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan udaranya menembak jatuh 457 drone Ukraina sepanjang malam di 15 wilayah, serta di atas Laut Hitam, Laut Azov, dan Crimea.
Gubernur wilayah Samara Vyacheslav Fedorishchev mengatakan serangan drone dalam skala besar menyebabkan kerusakan pada sebuah fasilitas industri dan kompleks logistik milik perusahaan e-commerce Ozon. Ozon mengonfirmasi kebakaran di gudangnya dan mengatakan lebih dari 500 pekerja dievakuasi.
Fedorishchev juga melaporkan sejumlah korban dalam serangan tersebut.
Di wilayah Krasnodar, Gubernur Veniamin Kondratyev mengatakan dua anak tewas dan dua lainnya terluka setelah infrastruktur sipil dan bangunan tempat tinggal di Distrik Yeysky terkena serangan.
Staf Umum Ukraina kemudian mengklaim pasukannya menyerang dan menyebabkan kebakaran di kilang minyak Novokuibyshevsk di wilayah Samara. Ukraina menyebut produk kilang tersebut digunakan untuk memasok kebutuhan militer Rusia.
Moskow dan Kyiv dalam beberapa bulan terakhir semakin sering menargetkan pusat logistik, pelabuhan, serta infrastruktur energi satu sama lain. Kedua pihak sama-sama membantah sengaja menargetkan fasilitas sipil dan menyatakan serangan diarahkan terhadap sasaran militer atau fasilitas yang berkaitan dengan aktivitas militer.
Baca juga: Serangan Rusia di Kiev Tewaskan 12 Orang, 33 Lainnya Terluka





Komentar (0)