HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Mahtan Care Peduli Bencana Gempa NTT kembali membuka donasi untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meringankan beban para penyintas yang masih menghadapi trauma dan keterbatasan akses.
Sepekan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, ribuan gempa susulan masih tercatat. Berdasarkan data BMKG yang disampaikan dalam kegiatan kemanusiaan ini, sebanyak 4.258 gempa susulan terjadi setelah gempa utama. Setiap guncangan kembali memicu kepanikan dan memperdalam trauma yang dialami para penyintas.
Pembina Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (Mahtan), dr. Muh. Ihsan Kitta, Sp.OT, menuturkan bahwa relawan Mahtan telah membersamai para penyintas sejak hari keempat pascagempa. Namun, proses penyaluran bantuan masih menghadapi tantangan, terutama akses menuju sejumlah wilayah yang sulit dijangkau.
“Hari keempat, relawan Mahtan membersamai para penyintas dengan akses yang sulit di beberapa tempat, mencoba menyalurkan bantuan yang juga terbatas,” tutur dr. Muh. Ihsan Kitta, Sp.OT.
Saat ini, kebutuhan utama para penyintas meliputi makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan pakaian. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus membantu mereka melewati masa pemulihan pascabencana.
Hingga Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 12.00, Mahtan telah menghimpun infaq dan donasi sebesar Rp20.000.000. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp10.000.000 telah dimanfaatkan untuk kebutuhan bantuan bagi para penyintas.
Mahtan mengajak masyarakat untuk bersama-sama meringankan beban saudara-saudara yang terdampak bencana di NTT.
Donasi Mahtan Care Peduli Bencana Gempa NTT dapat disalurkan melalui:
Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rekening: 7811461622
Atas Nama: Yayasan Mahtan
Setiap bantuan, sekecil apa pun, diharapkan dapat menjadi penguat bagi masyarakat Flores yang tengah menghadapi masa sulit.
Mari bersama-sama hadir untuk saudara kita di Flores. Semoga setiap bantuan dan partisipasi yang diberikan menjadi amal ibadah serta membawa manfaat bagi para penyintas. (twk)






Komentar (0)