Ponorogo (beritajatim.com) – Merdeka Run Ponorogo 2026 mulai menunjukkan potensi sebagai magnet sport tourism di Bumi Reog.
Bukan hanya masyarakat lokal yang ikut ambil bagian dalam event lari tersebut. Pesertanya datang dari berbagai daerah, bahkan Plt. Bupati Ponorogo mengeklaim pesertanya hingga dari Malaysia.
Merdeka Run 2026 digelar di kawasan Monumen Reog, Desa/Kecamatan Sampung, Ponorogo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, jumlah peserta mencapai lebih dari 5.500 orang.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyebut keberagaman asal peserta menjadi salah satu hal menarik dalam pelaksanaan Merdeka Run tahun ini. Menurutnya, event tersebut tidak hanya menjadi kegiatan olahraga. Merdeka Run mulai membawa dampak lebih luas, dengan menggabungkan olahraga dan potensi wisata daerah.
“Merdeka Run ini juga termasuk sport tourism, ternyata dari Malaysia hadir, dari Surabaya, Bojonegoro, Malang, Bandung juga ada. Jadi lengkap banget, semuanya ngumpul disini dalam rangka Merdeka Run. Semoga tahun depan lebih banyak lagi,” kata Lisdyarita, Sabtu (22/8/2026).
Lisdyarita menyebut bahwa jumlah peserta tahun ini telah melampaui 5.500 orang. Angka tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap event lari yang digelar di Ponorogo. Dia pun berharap penyelenggaraan berikutnya dapat menjangkau peserta lebih banyak lagi.
“Hari ini yang ikut ada lebih 5.500 peserta,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Pawitandirogo sekaligus Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Susiwijono Moegiarso mengatakan Merdeka Run Ponorogo 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kedua. Sejak awal, pihaknya memang menargetkan kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan. Bahkan, event ini diharapkan bisa berkembang menjadi salah satu kegiatan lari terbesar di Ponorogo.
“Ya, ini alhamdulillah. Ini event Merdeka Run Ponorogo 2026,ini sudah tahun kedua. Kita niatkan ini menjadi event tahunan terbesar di Ponorogo,” kata Susiwijono.
Menurut Susiwijono, jumlah peserta tahun ini sengaja dibatasi sekitar 5.000 peserta ditambah undangan. Pembatasan tersebut dilakukan karena panitia mempertimbangkan kapasitas infrastruktur di lokasi kegiatan. Meski demikian, tingginya animo pendaftar menunjukkan bahwa permintaan peserta sebenarnya jauh lebih besar.
“Untuk 2026 ini, peserta yang kemarin memang hanya kita batasi 5.000 plus semua undangan jadi 5.500, karena mempertimbangkan kapasitas infrastrukturnya,” jelasnya.
Tingginya animo itu terlihat sejak pendaftaran dibuka secara bertahap. Panitia menyediakan kuota 1.000 peserta pada tahap pertama dan 2.000 peserta pada tahap berikutnya. Kuota tersebut bahkan terserap lebih cepat dari perkiraan panitia.
“Kalau cerita, tahap 1, 2, 3 waktu pendaftaran gitu, kita bikin 1.000, 2.000, 2.000. Tahap 1, 1.000 itu 3 hari kita jadwalkan, ternyata tidak sampai sejam sudah habis,” ungkap Susiwijono.
Melihat respons tersebut, Pawitandirogo mulai menyiapkan target yang lebih besar untuk pelaksanaan tahun depan. Susiwijono menyebut jumlah peserta ditargetkan dapat mencapai sedikitnya 10.000 orang. Namun, peningkatan kapasitas itu harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur. Hal itu penting agar kenyamanan dan keamanan peserta tetap terjaga.
“Karena itu saya lapor ke Plt. Bupati, tahun depan kita adakan insya Allah lebih besar. Kita bangun dulu infrastrukturnya, minimal 10.000 peserta,” pungkas Susiwijono. (end/ted)





Komentar (0)