BNPB Meminta Masyarakat Segera Melapor jika Menemukan Titik Api Karhutla

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat, terutama di Kalimantan dan Sumatera, segera melapor kepada petugas atau pemerintah daerah apabila menemukan titik api maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan laporan masyarakat diperlukan agar penanganan karhutla dapat dilakukan secepat mungkin.

“Respons cepat dari seluruh unsur menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat, lingkungan, serta aktivitas ekonomi,” ucap Berton, dikutip di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.

BNPB juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama ketika kondisi cuaca meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

BNPB Perkuat Operasi Darat dan Udara

Pemerintah terus memperkuat pemantauan potensi karhutla melalui pengawasan titik panas serta kesiapsiagaan personel di wilayah rawan kebakaran.

BNPB saat ini memperkuat penanganan karhutla melalui operasi darat dan udara di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan satuan tugas darat dan udara di bawah pos komando serta meningkatkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait.

Operasi udara meliputi operasi modifikasi cuaca (OMC), pemadaman menggunakan water bombing, serta patroli untuk memantau potensi dan perkembangan kebakaran.

Sebanyak 39 unit unsur udara dikerahkan untuk mendukung pemantauan dan penanganan karhutla di enam provinsi tersebut.

Puluhan Armada Udara Disebar ke Enam Provinsi

Di Riau, satgas udara diperkuat satu helikopter patroli, satu armada OMC, dan lima unit water bombing.

Di Jambi, pemerintah mengerahkan satu helikopter patroli, satu armada OMC, dan dua unit water bombing, sedangkan Sumatera Selatan mendapat satu helikopter patroli, satu armada OMC, serta tujuh unit water bombing.

Untuk Kalimantan Selatan, pemerintah mengerahkan satu helikopter patroli, satu armada OMC, dan tiga unit water bombing.

Kalimantan Tengah diperkuat satu helikopter patroli, satu armada OMC, dan empat unit water bombing, sementara Kalimantan Barat mendapat dua helikopter patroli, satu armada OMC, serta lima unit water bombing.

Selain operasi pemadaman, BNPB menekankan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengendalian karhutla agar kebakaran tidak semakin meluas.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Seluruh SPBU di Flores Kembali Beroperasi Usai Gempa
• 3 jam lalu
0
thumb
Bantu Mobilitas Warga, Puluhan Jembatan Garuda Dibangun di Sulteng
• 5 jam lalu
0
thumb
Peristiwa 22 Agustus: Penandatanganan Konvensi Jenewa I hingga Berdirinya BKR
• 9 jam lalu
0
thumb
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Dunia Tembus 83 Orang
• 23 jam lalu
0
thumb
KPK Ungkap Dugaan Pemerasan Maba Jalur Mandiri Unsoed Sudah Berlangsung Lama
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.