Kembangkan Produk Anyaman Lokal, Agrominafiber Kini Tembus Pasar Global

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Bermodal material anyaman, Novita Hermawan melihat peluang untuk menghadirkan produk lokal yang memiliki nilai lebih. Melalui merek Agrominafiber, ia mengembangkan bisnis perabot berbasis anyaman menjadi berbagai produk yang memadukan fungsi, desain, dan karakter kerajinan lokal.

Perjalanan membangun Agrominafiber membuat Novita memahami bahwa menghasilkan produk berkualitas hanyalah satu bagian dari proses membangun usaha. Di tengah persaingan industri perabot dan kerajinan, produk juga perlu memiliki identitas, dikenal konsumen, mendapatkan kepercayaan, hingga menemukan pasar yang tepat.

Baca Juga :
Menteri UMKM Dorong Driver Ojol Jadi Pengusaha Mikro, Ini Peluang Bisnisnya
Produk UMKM Asal Sumut Perluas Pasar Bersama Pemberdayaan BRI, Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda

Pelajaran itulah yang dibagikan Novita dalam Webinar Merah Putih bertajuk “Merdeka Berkarya, UMKM Naik Kelas” yang diselenggarakan Pertamina sebagai ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran bagi pelaku UMKM.

“Produk yang bagus belum tentu otomatis terjual. Kita harus belajar bagaimana produk diposisikan, dikomunikasikan, ditemukan, dan akhirnya dipercaya konsumen,” ujar Novita, dikutip Sabtu 22 Agustus 2026.

Menurut Novita, salah satu tantangan dalam mengembangkan Agrominafiber adalah membawa produk perabot berbasis anyaman agar tidak hanya dilihat sebagai produk kerajinan, tetapi memiliki brand dan positioning yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Karena itu, proses membangun kepercayaan konsumen menjadi sama pentingnya dengan menjaga kualitas produk.

Perjalanan Novita bersama ekosistem Pertamina dimulai ketika mengikuti Program Womenpreneur Pertamina Foundation pada 2022. Setahun kemudian, Agrominafiber bergabung sebagai UMKM binaan Pertamina dan mulai mengikuti berbagai program untuk memperkuat kapasitas usahanya.

Sejak itu, Agrominafiber mendapatkan berbagai kesempatan pengembangan melalui Business Matching, UMK Academy Go Online, LMS UMK Academy, Petrapreneur Aggregator 2025, hingga SMEXPO Pertamina Marketplace.

Pertamina juga membuka akses bagi Agrominafiber untuk memperkenalkan produk-produknya melalui berbagai pameran nasional, antara lain INACRAFT, Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, INABUYER 2026, dan SMEXPO Pertamina.

Bagi Novita, setiap pelatihan, pameran, dan pertemuan dengan calon pembeli menjadi bagian dari proses belajar. Ia tidak hanya mendapatkan kesempatan menawarkan produk, tetapi juga belajar memahami kebutuhan konsumen, memperkuat brand, membangun jejaring, hingga menyesuaikan cara berkomunikasi dengan calon pembeli dari karakter pasar yang berbeda.

Pengalaman tersebut juga mengubah cara Agrominafiber memasarkan produk. Novita menyadari bahwa mengandalkan satu kanal pemasaran tidak lagi cukup. Selain marketplace dan media sosial, Agrominafiber mulai memanfaatkan website, business matching, pameran, hingga platform ekspor untuk memperluas jangkauan dan membangun relasi dengan calon buyer.

Baca Juga :
UMKM Mulai Bidik Pasar Pariwisata, dari Retail hingga Hotel Jadi Peluang Cuan Baru
Bukan Sekadar Kejar Garis Finis, Ajang Lari Ini Bawa Pesan untuk UMKM Perempuan
Dorong UMKM Desa Naik Kelas, PGN Gelar Suadesa Festival 2026 di Yogyakarta

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Klaim Keterangan Ahli dari Polri Untungkan Pihaknya
• 14 jam lalu
0
thumb
Kemarin, perubahan status guru PPPK hingga modifikasi cuaca Kalimantan
• 8 jam lalu
0
thumb
Lionel Messi Terancam Terkena Skors Usai Tampar Kepala Lawan
• 20 jam lalu
0
thumb
Karhutla di Muntialo Jambi Belum Padam, Petugas Terkendala Sumber Air
• 59 menit lalu
0
thumb
PDIP Bisa Bangun Poros Alternatif Jika Prabowo-Gibran Lanjut Maju Berpasangan di Pilpres 2029
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.