Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan industri modifikasi otomotif Indonesia tidak lagi sekadar menjadi hobi, tetapi telah berkembang menjadi bagian ekonomi kreatif yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menjangkau pasar global.
Riefky mengatakan industri tersebut melibatkan berbagai talenta dan pelaku usaha, mulai dari builder, desainer, teknisi, produsen komponen aftermarket, brand lokal, komunitas, media, hingga konten kreator.
"Mereka tidak hanya menciptakan karya estetis, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat rantai nilai industri otomotif dari hulu ke hilir," kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Modifikasi Otomotif Masuk Subsektor Ekonomi KreatifPengembangan industri modifikasi otomotif kini memiliki landasan lebih kuat setelah sektor tersebut ditetapkan sebagai salah satu dari 21 subsektor ekonomi kreatif dalam Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045.
Penetapan tersebut diharapkan membuat industri modifikasi berkembang sebagai sektor produktif dengan kontribusi terukur melalui investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan Produk Domestik Bruto (PDB).
"Industri kreatif modifikasi otomotif Indonesia memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional sekaligus menembus pasar global," ujar Riefky.
Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong penguatan ekosistem industri tersebut melalui pengembangan talenta, inovasi, kekayaan intelektual, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar.
Penguatan ekosistem dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, asosiasi, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga lembaga keuangan.
Karya Modifikator Indonesia Dibawa ke SEMA Show 2026Salah satu langkah memperluas eksposur industri modifikasi Indonesia dilakukan melalui NMAA IMI SEMA Project 2026 yang akan membawa karya builder Tanah Air ke SEMA Show 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat.
Proyek kolaborasi National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) itu menjadi bagian dari Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 bertema Next Gen Culture.
Kendaraan hasil modifikasi Indonesia dijadwalkan tampil dalam SEMA Show di Las Vegas pada 3–6 November 2026, salah satu pameran aftermarket dan modifikasi otomotif terbesar dunia.
Riefky menilai keikutsertaan Indonesia dapat menjadi momentum memperkenalkan kualitas talenta dan produk lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat internasional.
"Kita menyaksikan babak baru perjalanan industri kreatif modifikasi otomotif Indonesia. Semoga langkah historis dari tempat ini hingga ke panggung dunia menjadi inspirasi bahwa karya modifikasi Indonesia tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tetapi juga semakin dikenal dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional," kata Riefky.
Project Director IMX sekaligus Direktur Modifikasi dan Kendaraan Listrik IMI Pusat Andre Muljadi mengatakan partisipasi tersebut membawa misi memperlihatkan kemampuan industri modifikasi nasional di tingkat global.
"Misi utama kami melalui Semangat45 adalah membawa mobil hasil modifikasi karya anak bangsa ke panggung internasional terbesar di dunia, yaitu SEMA Show yang akan diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat," ujar Andre.
Kendaraan tersebut dikerjakan bersama sejumlah builder dengan melibatkan berbagai produk lokal untuk menunjukkan standar industri modifikasi Indonesia sekaligus memperluas peluang talenta dan produk nasional di pasar internasional.





Komentar (0)