Menjelang Muktamar NU, Ulama Nahdiyin Serukan Tolak Serangan Fajar

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) menyerukan penolakan terhadap politik uang atau risywah menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Para ulama meminta seluruh pemilik suara menjaga marwah organisasi dan tidak menjadikan proses pemilihan sebagai transaksi.

BACA JUGA: Serangan Fajar

Seruan itu disampaikan dalam Halaqah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama bertema Menyelamatkan Marwah Syuriyah dan Kemuliaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) di Jakarta, Jumat (21/8).

Ketua FUN KH Mujib Qulyubi menilai praktik yang bertentangan dengan prinsip AHWA justru mulai muncul menjelang muktamar.

BACA JUGA: Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Gus Lilur Serukan GERBANG TOLL PBNU

“Tujuan AHWA untuk menghindari politik uang, tetapi sekarang malah ditengarai terjadi pelanggaran. Ada indikasi ‘tembak di tempat’ dan paket lengkap dari luar,” kata Kiai Mujib kepada wartawan.

Dia menegaskan proses penentuan AHWA harus dikembalikan pada aturan dan marwah organisasi. Menurutnya, seluruh pihak perlu memastikan pemilihan berlangsung tanpa tekanan maupun transaksi.

BACA JUGA: DPT Resmi Peserta Muktamar ke-35 NU Siap Diumumkan Sabtu atau Minggu Ini

Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif juga menyoroti hubungan antara Rais Aam Kiai Miftahul Ahyar dan Ketum PBNU Gus Yahya. Dia menilai proses ishlah yang sebelumnya dilakukan belum menyelesaikan persoalan secara substantif.

“Ishlah itu hanya formalistik. Sampai sekarang sejatinya tidak pernah ada ishlah antara keduanya,” ujar KH Samsul.

Sementara penasehat LBM PWNU DKI KH Mukti Ali Qusyairi menekankan pentingnya menempatkan kapasitas keilmuan sebagai pertimbangan utama dalam AHWA.

Menurut dia, figur yang paling alim dan memiliki rekam pendidikan keagamaan yang kuat semestinya mendapat prioritas dalam proses tersebut.

Tokoh NU KH Abdul Manan Ghoni turut menyerukan sikap tegas terhadap praktik suap dalam pemilihan AHWA.

“Wajib hukumnya melawan suap AHWA. Menerima suap adalah kebobrokan moral tertinggi yang tidak boleh dinormalisasi,” tegasnya.

Halaqah FUN juga mengingatkan seluruh pemegang hak suara, mulai PWNU, PCNU hingga PCINU, agar tidak terpengaruh serangan fajar maupun praktik “tembak di tempat”.

Para ulama meminta Muktamar ke-35 menjadi momentum mengembalikan NU sebagai ruang pengabdian. Suara dan stempel organisasi, mereka menegaskan, tidak semestinya ditukar dengan kepentingan finansial jangka pendek.

Forum tersebut mendorong para muktamirin melakukan tajdidun niyat atau pembaruan niat, dengan menempatkan khidmah kepada NU sebagai orientasi utama dalam menjalankan amanah organisasi. (kkp/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tinjau Ponpes Tambakberas, Gus Ipul Pastikan Persiapan Muktamar ke-35 NU Sudah Tembus 85 Persen


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BAZNAS Makassar Salurkan 150 Paket Bank Makanan untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Berua
• 4 jam lalu
0
thumb
Rajiv Komisi IV: Menhut Harus Telusuri & Tindak Tegas Perusahaan Pembakar Lahan
• 1 jam lalu
0
thumb
Produk UMKM Asal Sumut Perluas Pasar Bersama Pemberdayaan BRI, Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda
• 17 jam lalu
0
thumb
Bersama Kemenhub, PELNI dan Pelindo Buka Posko Bantuan Kemanusiaan Gempa NTT di Tanjung Priok
• 19 jam lalu
0
thumb
Christophe Nduwarugira Belajar Bahasa Indonesia demi Memperlancar Adaptasi di PSS
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.