Seorang pria bersenjatakan pedang menyerang sebuah sekolah menengah di Fagersta, Swedia bagian tengah, Jumat (21/8). Sebanyak satu orang tewas dan tiga lainnya terluka dalam insiden tersebut.
Polisi mengatakan pelaku berusia 18 tahun telah ditangkap setelah petugas masuk ke gedung sekolah dan menembaknya. Polisi masih menyelidiki motif serangan dan menyatakan belum ada indikasi pelaku bekerja sama dengan orang lain.
Kepala Kepolisian Fagersta Tommy Alriksson mengatakan dua dari tiga korban luka mengalami luka serius, sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan.
"Penilaian kami saat ini adalah terdapat tiga orang terluka dan satu orang meninggal dunia," kata Alriksson kepada wartawan, seperti dikutip dari AFP.
Direktur layanan kesehatan regional Jonas Cederberg sebelumnya mengatakan dua korban luka serius telah dilarikan ke rumah sakit. Keduanya merupakan remaja laki-laki berusia antara 12 hingga 17 tahun. Salah satu korban bahkan harus menjalani operasi darurat, tetapi kondisi keduanya dilaporkan stabil.
Serangan terjadi ketika para siswa baru kembali ke sekolah setelah libur musim panas.
Polisi menerima laporan mengenai serangan tersebut sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Para siswa kemudian dievakuasi dan beberapa sekolah di sekitar lokasi juga menerapkan penguncian selama lebih dari tiga jam sebelum akhirnya diperbolehkan meninggalkan sekolah.
Sekolah Brinellskolan tempat serangan terjadi memiliki sekitar 450 siswa dan berada di Fagersta, kota yang dihuni sekitar 12 ribu orang.
Seorang siswa berusia 16 tahun, Nellie Strandberg, mengatakan dirinya sedang menuju perpustakaan ketika melihat pelaku memasuki gedung sekolah.
"Kami baru saja hendak mengambil beberapa barang dan bersiap untuk hari Senin. Kemudian saya melihat seorang pria yang seluruh punggungnya berlumuran darah," kata Nellie kepada surat kabar Dagens Nyheter.
Dia mengatakan para siswa kemudian mengetahui bahwa seseorang membawa senjata tajam.
Foto yang dirilis televisi publik SVT memperlihatkan sejumlah ambulans dan mobil polisi berjaga di luar sekolah. Sebuah helikopter polisi juga dikerahkan ke lokasi.
Pelaku Diduga Pernah Terlibat Kasus KekerasanMedia Swedia melaporkan pelaku memiliki catatan hukuman sebelumnya terkait kasus penyerangan. Dia disebut mengenakan helm dan membawa pedang ketika melakukan aksinya.
Polisi juga tengah menyelidiki sebuah akun TikTok yang diduga milik pelaku. Akun tersebut telah dihapus, tetapi AFP sempat melihat sejumlah unggahan sebelum akun itu diturunkan.
Beberapa video di akun tersebut dilaporkan merujuk pada serangan di sekolah. Unggahan terakhir memperlihatkan foto sebuah pedang.
Insiden terbaru ini kembali mengingatkan Swedia pada sejumlah serangan di institusi pendidikan.
Pada Februari 2025, seorang pria berusia 35 tahun menewaskan 10 orang dalam penembakan di sebuah pusat pendidikan orang dewasa di Orebro. Insiden tersebut menjadi penembakan massal paling mematikan dalam sejarah modern Swedia.
Sementara pada Maret 2022, seorang siswa berusia 18 tahun menikam dua guru hingga tewas di sebuah sekolah menengah di Kota Malmo.
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menyebut serangan di Fagersta sebagai insiden serius.
"Kami belum mengetahui apa yang melatarbelakangi serangan tersebut, tetapi kami tahu polisi bekerja dengan sangat intensif," kata Kristersson dalam pernyataan tertulis kepada AFP.






Komentar (0)