Cuma Rp 2.000, Eretan Kali Angke Jakut Jadi Jalan Pintas Warga Hindari Macet

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tarif Rp 2.000 hingga Rp 3.000 menjadi salah satu alasan sejumlah warga memilih perahu eretan di Kali Angke, Jakarta Utara, sebagai jalur alternatif untuk beraktivitas.

Rahma (30), warga Pluit yang bekerja di Kapuk, mengatakan tarif tersebut tergolong murah untuk perjalanan yang dilakukannya setiap hari.

"Worth it, sih. Murah kan soalnya," kata Rahma kepada Kompas.com, Jumat (21/8/2026).

Baca juga: Cuma 2 Menit Menyeberang, Eretan Kali Angke Jadi Andalan Warga Pluit-Kapuk Jakut Hindari Macet

Rahma mengaku cukup sering menggunakan perahu eretan untuk menghindari kemacetan saat berangkat kerja dari rumahnya di Pluit menuju tempat kerjanya di Kapuk.

"Lumayan sering soalnya rumah saya di daerah Pluit terus kerjanya di Kapuk kan. Jadi daripada lewat Teluk Gong yang macet," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Udin (37), pengguna eretan lainnya. Menurut dia, tarif yang dibayarkan sepadan dengan pekerjaan operator eretan yang harus menarik tali tambang untuk menggerakkan perahu.

"Ya worth it banget sih gitu, karena mereka juga lelah kan, mereka ngeret gitu kan, megang-megang tali untuk ngebantu kita nyebrang," ujar dia saat ditemui Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Menjajal Eretan Kali Angke Jakut, Alternatif Pengendara Hindari Keramaian Menuju PIK

Selain tarif yang murah, Udin menilai keberadaan eretan juga mempermudah mobilitas warga, termasuk pekerja kantoran dan anak-anak sekolah.

"Karena juga di sini juga banyak pabrik ya dan pergudangan gitu. Jadi bener-bener buat alternatif warga untuk bisa ke lokasi-lokasi yang mereka tuju," kata dia.

Jalur Alternatif Hindari Kemacetan

Kondisi lalu lintas yang kerap dipadati kontainer dan kendaraan menjadi pemandangan yang umum bagi warga Jakarta Utara.

Di tengah kepadatan tersebut, perahu eretan di Kali Angke masih menjadi salah satu jalur alternatif yang diandalkan warga untuk membantu mobilitas sehari-hari.

Perahu eretan tersebut beroperasi di bawah kolong Tol Prof. Dr. Insinyur Sedyatmo, di sekitar Jalan Pluit Selatan Raya dan Jalan Kepanduan II. Perahu ini menghubungkan kawasan Pluit dengan wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK).

Baca juga: Denda Rp 500.000 Menanti Pembuang Sampah Liar di Kedaung Kali Angke Jakbar

Transportasi air tersebut menjadi pilihan bagi pengendara sepeda motor yang ingin menghindari kepadatan lalu lintas di kawasan Teluk Gong maupun Muara Karang.

Untuk menuju lokasi perahu eretan, pengendara sepeda motor perlu melewati Jalan Pluit Karang Permai, tempat Kantor Kelurahan Pluit berada.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di ujung jalan tersebut, terdapat jalan kecil yang tidak terdeteksi di Google Maps. Jalan itu berada tepat di samping aliran Kali Angke.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PALHI Desak Kejagung Telusuri Dugaan Praktik Transfer Pricing PT Toba Pulp Lestari
• 6 jam lalu
0
thumb
Kuasa Hukum Ungkap Gunil Tegaskan Tak Berniat Hengkang dari Xdinary Heroes
• 22 jam lalu
0
thumb
Andre Rosiade Usulkan Trase Bypass Bukittinggi Jadi Solusi Polemik Tol 7 Fly Over Padang Luar
• 8 menit lalu
0
thumb
Bukan Cuma Water Bombing, TNI Kerahkan 14 Ribu Prajurit Hadapi Karhutla
• 20 jam lalu
0
thumb
Sungai Barito Surut Akibat Kemarau, Jalur Transportasi Kapal Besar Lumpuh Total
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.