Wali Kota Bandung Minta Maaf Pembangunan BRT Bikin Macet

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku telah menerima laporan pengaduan masyarakat tentang keberadaan proyek pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) yang bikin macet di Kota Bandung. Ia menyebut pembangunan proyek tersebut sendiri berlangsung hingga tahun 2027.

"Untuk hasil pengecekan BRT, saya sudah mendapatkan laporan tertulis. Keluhan-keluhan mengenai kemacetan memang sudah kita deteksi sejak 14 Agustus yang lalu. Ada satu konten yang menunjukkan kondisi yang berantakan," ucap dia belum lama ini.

Baca Juga
  • Dari Batavia ke Baitullah, Mengenang Haji Masa Silam di Pameran Pulau Onrust
  • Pandu Wiguna Gabung Dewa United, Siap Bawa Anak Dewa Kembali Juara IBL
  • Pigai: Bagaimana Mau Revolusi HAM Kalau Tak Ada Dasar Hukum?

Ia menegaskan, salah satu alasan dari para kontraktor adalah karena kerangka besinya dicuri. Akan tetapi, Farhan menilai hal itu bukan alasan sebab yang penting adalah membuktikan BRT memberikan manfaat kepada warga Kota Bandung.

"Sekarang, terus terang, mohon maaf pisan, BRT ini masih dipersepsikan dengan sangat negatif di mata warga Bandung," kata dia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen memastikan proses perencanaan, pembangunan, dan pemanfaatan BRT memberikan manfaat yang sangat baik bagi seluruh warga Kota Bandung.  Ia menyebut masalah kemacetan pun tengah diselesaikan oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung.

"Beberapa jalur trotoar sedang dibereskan. Yang paling menantang adalah bagian yang membuat kemacetan. Bukan hanya jalur trotoar yang sedang diperbaiki, tetapi jalur median juga sedang dikerjakan. Jangan sampai pengerjaan ini membuat kemacetan," kata dia.

Pembangunan Mass Rapid Transit Project (Mastran) untuk wilayah Bandung Raya di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026). Proyek ini menjadi langkah awal pengembangan sistem transportasi publik yakni Bus Rapid Transit (BRT) yang diharapkan mampu meningkatkan mobilitas semua lapisan masyarakat di kawasan Cekungan Bandung. - (Edi Yusuf)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BNI wondrX 2026 Hadirkan Solusi Traveling Lengkap, dari Tiket hingga Visa di Zona Travel
• 14 jam lalu
0
thumb
Bahasa Indonesia Ditargetkan Jadi Bahasa Internasional 2045, Pemerintah Genjot Diplomasi Lewat BIPA
• 14 jam lalu
0
thumb
Dua Korban Mercy Terbakar di Tol Jagorawi Ternyata Bersahabat
• 18 jam lalu
0
thumb
MTV VMAs 2026 Hapus Kategori Best Rock Setelah Berjalan Tiga Dekade
• 17 jam lalu
0
thumb
Imbas Tawuran di Manggarai, Perjalanan KRL Bogor Line Sempat Terganggu
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.