Trump Bebaskan Tarif Impor Daging Sapi Selama 90 Hari untuk Tekan Harga

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengumumkan pembebasan sementara tarif tambahan untuk impor daging sapi yang melebihi kuota, sebagai upaya menekan harga daging sapi yang terus meningkat di dalam negeri.

Lewat kebijakan itu, AS akan mengizinkan hingga 300 ribu metrik ton produk daging sapi untuk bahan daging giling masuk tanpa dikenai tarif di luar kuota selama 90 hari.

“Saat kami berupaya membangun kembali populasi ternak dan membantu para peternak, selama 90 hari ke depan Amerika Serikat akan mengizinkan hingga 300 ribu metrik ton produk untuk daging sapi giling diimpor tanpa tarif di luar kuota,” kata Trump melalui Truth Social, Jumat (21/8/2026).

Trump mengklaim telah memperoleh komitmen agar daging sapi impor tersebut dijual dengan harga 25 persen lebih rendah dari harga pasar saat ini.

“Kami memiliki komitmen bahwa daging sapi ini akan dijual 25 persen di bawah harga pasar saat ini. Kesepakatan ini akan menurunkan harga bagi masyarakat Amerika sekaligus memberikan ruang bagi populasi ternak sapi Amerika untuk tumbuh kembali,” ujarnya.

Melansir Anadolu, langkah itu diambil di tengah tingginya harga daging sapi di Amerika Serikat akibat menyusutnya populasi sapi domestik ke level terendah dalam beberapa dekade. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi biaya produksi tinggi dan berbagai tekanan pasar yang membuat peternak mengurangi jumlah ternaknya.

Berdasarkan data terbaru Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang dipublikasikan melalui Federal Reserve Bank of St. Louis, harga rata-rata daging sapi giling 100 persen pada Juli 2026 mencapai sekitar 6,89 dolar AS per pon, atau setara sekitar Rp121.884 per 453,6 gram.

Keterbatasan pasokan itu ikut mendorong harga daging sapi, terutama daging giling yang menjadi salah satu bahan pangan banyak dikonsumsi rumah tangga Amerika.

Kebijakan Trump itu, diperkirakan bakal menambah pasokan daging sapi impor di pasar Amerika, selama pemerintah berupaya memulihkan populasi ternak domestik.

Namun, langkah itu berpotensi mendapat penolakan dari sebagian peternak dan pelaku industri sapi di AS. Mereka menilai peningkatan impor dapat menekan produsen lokal sekaligus memperlambat upaya membangun kembali populasi ternak.

Pemerintahan Trump saat ini berusaha menyeimbangkan dukungan bagi peternak domestik dengan kebutuhan menekan inflasi pangan dan harga kebutuhan masyarakat. Isu keterjangkauan harga pangan juga menjadi perhatian menjelang pemilu sela Kongres AS pada 3 November 2026.

Pemerintah AS hingga kini belum merinci bagaimana tambahan kuota impor tersebut akan dialokasikan maupun negara mana yang akan menjadi pemasok utama daging sapi selama kebijakan berlangsung. (bil/iss)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Panggil Stafsus Menhut Terkait Kasus Korupsi Bupati Kuansing
• 22 jam lalu
0
thumb
Situs Tak Bisa Dibuka? Coba 5 Cara Ini
• 17 jam lalu
0
thumb
Daftar Pemain Asing Bhayangkara FC di BRI Super League 2026/2027, Ini 3 Sosok yang Paling Menonjol
• 6 jam lalu
0
thumb
Tak Tahu Balas Budi, Pria di Kukar Coba Perkosa Wanita yang Beri Tumpangan dan Makan
• 6 jam lalu
0
thumb
⁠USS Abraham Lincoln Hengkang dari Timteng Usai Mental Awak Goyang
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.