BOGOR, DISWAY.ID - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengajak seluruh peserta Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat mendoakan masyarakat di berbagai wilayah yang terdampak bencana alam, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Pertama, marilah kita mendoakan saudara-saudara kita yang saat ini sedang menghadapi musibah akibat bencana alam, baik yang terjadi di Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, maupun beberapa wilayah lainnya,” ujar Agus Jabo saat menutup kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat di Harris Hotel and Convention, Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Jumat (21/8).
Ia berharap masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
BACA JUGA:Kemensos Gandeng SP2MI Tangani 4 Juta Anak Tidak Sekolah Lewat PKBM
Sementara bagi masyarakat yang terdampak dan harus mengungsi, ia berharap seluruh kebutuhan mereka dapat terpenuhi.
“Kita berharap pemerintah dapat terus melakukan langkah-langkah penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal seperti sebelum bencana terjadi,” katanya.
Usai mengajak doa bersama, Agus Jabo menjelaskan kepada para peserta pelatihan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun sekolah, tetapi membangun harapan.
Dibalik itu, humas bertugas memastikan harapan itu terlihat, terdengar, dan dirasakan oleh masyarakat.
BACA JUGA:Kemensos Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen, 66 Pemda Diminta Lengkapi Persyaratan
“Tugas humas bukan hanya sekadar membuat berita, mengambil foto, atau video. Lebih dari itu, humas adalah wakil dan wajah dari Sekolah Rakyat. Humas akan menjadi juru bicara yang menyampaikan informasi kepada masyarakat agar publik mengetahui, memahami, dan mendukung keberadaan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Karena itu, dia mengatakan bahwa humas memiliki peran yang sangat strategis.
Humas adalah kesempatan untuk membantu serta memperkaya ruang publik melalui informasi dengan jangkauan luas, transparan, manusiawi, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Sekolah Rakyat itu berbeda dengan sekolah-sekolah reguler yang lain. Ini yang harus menjadi dasar kita dalam menjalankan kerja-kerja humas. Bukan karena kualitasnya yang berbeda, tetapi Sekolah Rakyat ini dibangun oleh Bapak Presiden dengan tujuan khusus, yaitu mengentaskan kemiskinan,” ucapnya.
BACA JUGA:Sinergi Kemensos dan INABA Perkuat Sekolah Rakyat, Bidik Pengentasan Kemiskinan hingga Beasiswa
Ia menegaskan bahwa dengan adanya Sekolah Rakyat, anak-anak miskin yang selama ini tidak memiliki harapan, kini tumbuh kembali.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)