Anggota Serikat Pekerja Logam Korea meneriakkan slogan sambil mengepalkan tangan dalam aksi unjuk rasa di depan kantor pusat Hyundai Motor Company di Seoul, Korea Selatan, Jumat (21/8/2026). Aksi tersebut menjadi pemogokan kerja total pertama serikat pekerja Hyundai Motor dalam satu dekade setelah perundingan upah dengan perusahaan menemui jalan buntu. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
2/6Para pekerja menuntut kenaikan batas usia pensiun dari 60 tahun serta perlindungan pekerjaan dari dampak kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi. Mereka juga meminta pemasok suku cadang dapat melakukan perundingan upah secara langsung dengan produsen mobil. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
Aksi tersebut melibatkan pekerja Hyundai Motor, perusahaan afiliasi Kia Corp, dan sejumlah pemasok. Mereka menggelar unjuk rasa di depan kantor pusat Hyundai Motor di Seoul dengan mengenakan ikat kepala merah dan menyuarakan tuntutan terkait kondisi kerja. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
4/6Sekitar 40.000 anggota serikat pekerja Hyundai Motor diperkirakan mengikuti aksi mogok pada Jumat. Sementara itu, sekitar 1.200 hingga 1.300 anggota serikat dijadwalkan hadir dalam unjuk rasa di Seoul, dengan total peserta diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang setelah serikat pekerja lain turut bergabung. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
Pemimpin Serikat Pekerja Hyundai, Lee Jong-cheol, mengatakan pekerja yang telah berkontribusi selama puluhan tahun kini menghadapi ancaman perubahan status pekerjaan. "Sosok-sosok kunci yang menjadikan Hyundai dan Kia perusahaan terkuat di dunia selama 35 atau 40 tahun kini justru digeser ke posisi pekerja kontrak," ujarnya. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
6/6Mogok kerja satu hari ini menyusul serangkaian aksi mogok parsial sejak akhir Juli yang telah mengganggu produksi sekitar 55.200 kendaraan senilai lebih dari 2,3 triliun won atau sekitar US$1,67 miliar, menurut perkiraan Kantor Berita Yonhap. Aksi tersebut juga mencerminkan meningkatnya keresahan buruh di Korea Selatan setelah terpilihnya Presiden liberal pro-buruh, Lee Jae-myung, tahun lalu. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)





Komentar (0)