JAKARTA, KOMPAS.com - Tawuran antarwarga di Jalan Bukit Duri Timur, Jakarta Selatan, terjadi sebanyak tiga kali dalam sepekan.
Tawuran terbaru pada Jumat (21/8/2026) sore bahkan menyebabkan perjalanan KRL relasi Bogor-Jakarta Kota terhambat hingga satu jam.
“Yang pasti ini sudah tiga kali tawurannya, kalau penyebabnya belum bisa kami sampaikan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohammad Iskandarsyah saat ditemui di lokasi, Jumat.
Baca juga: Polisi Sita Senjata Tajam hingga Alat Isap Sabu Usai Tawuran Warga di Bukit Duri
Warga Bukit Duri, Mawar (bukan nama sebenarnya) (25), membenarkan bahwa tawuran telah terjadi sebanyak tiga kali dalam sepekan terakhir.
Menurut Mawar, tawuran pertama terjadi sekitar Senin atau Selasa.
Peristiwa tersebut dipicu persoalan sepele antara warga dari satu gang dengan gang lainnya yang kemudian berujung aksi saling serang dan balas dendam.
Tawuran kembali pecah pada Kamis (20/8/2026) malam. Berdasarkan pengamatan Mawar, massa tawuran saat itu juga sempat masuk ke kawasan rel.
Baca juga: “Jangan Pulang Dulu ya Pak,” Warga Waswas Usai Tawuran Pecah di Bukit Duri
Namun, aksi tersebut belum sampai mengganggu perjalanan KRL karena massa disebut menyingkir ketika kereta hendak melintas.
“Ini lebih parah, lebih ramai. Kalau kemarin itu masuk sih ke rel, tapi tiap ada kereta mereka minggir lah. Kalau tadi kan enggak, penuh,” ujar dia.
Mawar yang baru pulang kerja menyaksikan perseteruan dua kelompok warga tersebut dari jendela lantai dua rumahnya.
Saat tawuran berlangsung, massa masuk ke kawasan rel dan memenuhi lintasan KRL antara Stasiun Tebet dan Stasiun Manggarai.
Baca juga: Usai Tawuran Warga di Manggarai, Polisi Sweeping Bukit Duri Jaksel
Mawar kemudian menghubungi polisi karena khawatir tawuran tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah warga hingga menimbulkan korban jiwa.
Menurut dia, massa membawa sejumlah senjata tajam berukuran cukup besar dan panjang. Mawar juga melihat seseorang membawa alat yang menyerupai panahan. Senjata tersebut diduga menyebabkan dua orang terluka.
Selain itu, massa tawuran melemparkan batu yang diambil dari sekitar rel ke arah kelompok lawan. Batu-batu tersebut kemudian memantul hingga mengenai rumah warga.
“Kan kalau batu itu bisa ke mana aja, jadi khawatirnya rumah juga rusak,” ujar dia.
Baca juga: Perjalanan KRL Terganggu, Ada Tawuran Dekat Stasiun Manggarai






Komentar (0)