Game Gratis hingga Live Service, Ini Alasan Gen Z Punya Pola Bermain yang Berbeda

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Perubahan industri video game dalam beberapa tahun terakhir ikut mengubah cara pemain menikmati permainan. Jika generasi sebelumnya terbiasa membeli game secara penuh lalu memainkannya sampai selesai, sebagian Gen Z tumbuh bersama game gratis, multiplayer online, battle pass, dan layanan yang terus mendapatkan pembaruan.

Perubahan tersebut bukan sekadar persoalan usia. Ekosistem game yang tersedia ketika seseorang mulai mengenal video game ikut membentuk kebiasaan bermain.

Baca Juga :
Perjalanan Gamer Generasi 90-an yang Bikin Nostalgia, dari Rental hingga Konsol di Rumah
Ada Monster Laut Mematikan di Minecraft Terbaru, Bikin Gameplay Makin Menegangkan

Game seperti Fortnite, Roblox, Minecraft, Genshin Impact, Valorant, hingga berbagai judul live service membuat bermain game tidak selalu berarti membeli satu produk kemudian menyelesaikannya. Permainan bisa menjadi ruang sosial yang terus berubah.

Berikut VIVA telah merangkumnya Sabtu, 22 Agustus 2026.

Game Gratis Menurunkan Hambatan untuk Mulai Bermain

Salah satu perubahan terbesar adalah semakin kuatnya model free-to-play. Pemain tidak harus membeli game terlebih dahulu untuk mencoba pengalaman dasarnya. Model ini membuat seseorang dapat mengunduh game, membuat akun, lalu langsung bermain.

Epic Games, misalnya, menjelaskan bahwa Fortnite Battle Royale dapat dimainkan secara gratis dan tersedia di berbagai platform. Model tersebut kemudian dikembangkan dengan berbagai pengalaman tambahan dalam ekosistem Fortnite.

Mereka tidak selalu memandang game sebagai produk yang harus dibeli di awal. Game justru dapat menjadi layanan yang terus berkembang dan menghasilkan pendapatan melalui kosmetik, battle pass, atau konten tambahan.

Live Service Mengubah Arti "Selesai" dalam Game

Pada era game single-player klasik, ada titik yang relatif jelas ketika permainan selesai. Pemain menamatkan cerita, membuka seluruh konten, kemudian mungkin memainkan kembali game tersebut.

Model live service menawarkan pendekatan berbeda. Game mendapatkan musim baru, karakter baru, item kosmetik, event, kolaborasi, hingga perubahan gameplay secara berkala.

Riot Games menjelaskan bahwa League of Legends terus mendapatkan pembaruan untuk memperbaiki pengalaman pemain dan menghadirkan konten baru.

Artinya, pemain tidak selalu datang untuk "menamatkan" game. Mereka datang untuk mengikuti perkembangannya.

Inilah salah satu alasan mengapa pola bermain Gen Z bisa terlihat berbeda dibandingkan gamer yang tumbuh ketika game masih didominasi pengalaman offline.

Baca Juga :
Minecraft Java Edition Terasa Rumit? Wajib Kenali Crafting, Mining, Farming hingga Eksplorasi
Fortnite Makin Gila! Musim Baru Bawa Karakter dan Dunia Game Ikonik ke Dalam Permainan
6 Kebiasaan Kerja Gen Z yang Sering Dikira Malas, Padahal Bikin Makin Produktif

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ruben Onsu Mohon Doa di Tengah Polemik Dugaan Penipuan, Yakin Hanya Miskomunikasi
• 20 jam lalu
0
thumb
Svarna Bhumi Award 2026: Panggung Pahlawan Ketahanan Pangan Indonesia
• 2 jam lalu
0
thumb
Peringatan Dini BMKG 22-23 Agustus 2026: Sumatera Utara Naik Siaga, Sumbar Ikut Terancam Hujan Lebat
• 23 jam lalu
0
thumb
Krisis Baru Hantam Jepang, Ramai-Ramai Perusahaan Bangkrut
• 2 jam lalu
0
thumb
Nikita Mirzani Tagih Utang Rp200 Juta ke Giorgio Antonio, Tuding Pacar Sarwendah Sempat Tersandung Kasus Obat Terlarang
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.