4.258 Gempa Susulan Guncang NTT, Berpotensi Terus Terjadi hingga 4 Minggu Lagi

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memprediksi rangkaian gempa susulan ini akan terus berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan.

4.258 Gempa Susulan Guncang NTT, Berpotensi Terus Terjadi hingga 4 Minggu Lagi. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa sebanyak 4.258 gempa susulan terjadi pascagempa bumi M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti diketahui, gempa M 7,7 di NTT terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi.

Baca Juga:
Baru Dua Hari Beroperasi, RS Lapangan Ruteng Sudah Tangani 3 Operasi Korban Gempa NTT

"Hari ini tepatnya sudah tujuh hari setelah gempa tersebut dan diikuti gempa-gempa susulan. Gempa susulan saat ini yang bisa BMKG laporkan, sampaikan kepada kami adalah 4.258 kali," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi persnya, Jumat (21/8/2026).

Dia menyebut, gempa susulan yang terjadi memiliki magnitudo bervariasi. Mulai dari yang terkecil M 1,1 hingga yang terbesar mencapai M 6,2.

Baca Juga:
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Dunia Capai 83 Jiwa, 986 Orang Luka-luka

"Dan yang terbesar itu ada M 6,2, kami ulangi M 6,2, dan yang terkecil itu M 1,1," katanya.

Baca Juga:
BKI dan IDSurvey Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di NTT PT Biro Klasifikasi Indonesi

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 118 kali yang getarannya dirasakan oleh masyarakat.

"Sedangkan yang bisa dirasakan oleh warga, gempa susulan tersebut sebanyak 118 kali," ujarnya.

Terpisah, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memprediksi rangkaian gempa susulan ini akan terus berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan. Sebab, fase awal rangkaian gempa susulan masih memperlihatkan pola temporal yang kompleks dan belum sederhana.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam,” kata Wijayanto.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK: Rektor Unsoed Jalankan Praktik Korupsi Sejak 2025
• 13 jam lalu
0
thumb
Ternyata Bukan Cuma dari Tepung, Ini Rahasia Ayam Goreng Krispy Bisa Tetap Renyah dan Juicy
• 13 jam lalu
0
thumb
​Misteri Pasukan Bersebo: Duduk Santai, Rido Ditebas Senjata Tajam Hingga Kritis
• 23 jam lalu
0
thumb
Ormas-ormas di Pati Gelar Doa Bersama, Sepakat Jaga Kondusivitas
• 15 jam lalu
0
thumb
Wamenko Polkam: Perpres Cegah Ekstremisme Bukti Prabowo Peduli Korban Terorisme
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.