Pemkot Bandung Gandeng Bank BJB Perluas Pembiayaan UMKM hingga Rp1,5 Miliar

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kolaborasi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan akses permodalan menjadi salah satu kebutuhan utama UMKM untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan skala bisnis.

“Pemberian modal kredit oleh BJB merupakan salah satu upaya agar para pengusaha mikro mendapatkan akses ke dunia perbankan,” ungkap Farhan.

Melalui kerja sama tersebut, pelaku UMKM dapat mengakses pembiayaan mulai dari Rp5 juta hingga Rp1,5 miliar sesuai dengan skala dan kelayakan masing-masing usaha.

Selain menyediakan akses permodalan, Pemkot Bandung mendorong pelaku UMKM melengkapi legalitas usaha agar lebih mudah memperoleh dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan.

Pemkot Bandung Dorong UMKM Tumbuh dan Serap Tenaga Kerja

Farhan menilai pembangunan ekosistem UMKM membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, perbankan, masyarakat sebagai konsumen, hingga pemerintah sebagai regulator.

“Yang paling pertama mesti dibangun ketika kita mau membangun sebuah ekosistem adalah pelakunya. Semua pelakunya sudah ada di sini, pertama pelaku UMKM,” kata Farhan.

Menurut Farhan, UMKM merupakan salah satu pengungkit perekonomian masyarakat sehingga pengembangan usaha tidak selalu harus dimulai dengan membidik pasar yang jauh.

Pengembangan sektor UMKM dinilai semakin penting karena tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung masih berada di kisaran 7 persen.

Karena itu, UMKM diharapkan tidak hanya mampu mengembangkan dan memperbesar skala usaha, tetapi juga menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Farhan menyebut sekitar 12.000 UMKM telah terdaftar di Kota Bandung.

UMKM di Kota Bandung tercatat mengalami pertumbuhan omzet sekitar 25 persen, sedangkan pertumbuhan aset usaha rata-rata mencapai 10,9 persen.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah kekuatan UMKM, usaha mikro, kecil, dan menengah yang harus tumbuh besar dan menyerap tenaga kerja sebesar-besarnya,” ujar Farhan.

Bank BJB Ukur Keberhasilan Pembiayaan dari Pertumbuhan Usaha

Direktur Utama Bank BJB Ayi Subarna mengatakan penguatan UMKM merupakan bagian penting dari peran Bank BJB sebagai mitra pembangunan daerah.

Menurut Bank BJB, keberhasilan pembiayaan tidak hanya diukur berdasarkan besarnya kredit yang disalurkan kepada pelaku usaha.

Keberhasilan tersebut juga dinilai dari dampak pembiayaan terhadap perkembangan usaha, termasuk kemampuan UMKM untuk tumbuh, meningkatkan kelas usaha, dan menjadi semakin mandiri.

“Keberhasilan pembiayaan bukan hanya tentang seberapa besar kredit yang disalurkan, tetapi sejauh mana pembiayaan tersebut mampu membuat usaha tumbuh, naik kelas, dan semakin mandiri,” kata Ayi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Udara Palangka Raya Masuk Level Berbahaya Pagi Ini, Warga Diminta Pakai Masker
• 18 jam lalu
0
thumb
Enam tersangka korupsi Unsoed ditahan setelah diperiksa intensif
• 15 menit lalu
0
thumb
Harga Emas Stabil di Tengah Tarik-Menarik Prospek Suku Bunga dan Inflasi
• 20 jam lalu
0
thumb
Kota Paling Ramah Mahasiswa untuk Kuliah Tahun 2027
• 15 jam lalu
0
thumb
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT KPK, Punya Harta Rp 3,1 Miliar
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.