DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Depok mengungkapkan, terdapat sejumlah sekolah di Kota Depok, Jawa Barat, yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wahid Suryono mengatakan, beberapa sekolah belum bersedia menerima MBG.
"Apakah ada sekolah semuanya sudah menerima? Tentu tidak. Ada juga yang tidak bersedia untuk menerima. Beberapa sekolah informasinya memang tidak bisa menerima," ujar Wahid saat konferensi pers di Balai Kota Depok, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: Alasan Tarif Parkir Jakarta Diusulkan Naik hingga Rp 60.000 per Jam
Menurut Wahid, salah satu alasan sekolah belum bersedia menerima MBG adalah karena telah memiliki program katering sekolah yang sudah berjalan.
Sekolah-sekolah yang menolak MBG tersebut, masih memilih untuk menjalankan program katering yang selama ini telah tersedia.
"Ada juga yang memang mereka sudah ada program katering sekolah yang sudah berjalan. Kemudian itu mungkin mereka masih memilih untuk melaksanakan program itu," ucap dia.
Kendati demikian, Wahid menyebut kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama karena penerimaan MBG juga menyesuaikan dengan kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersedia.
"Tapi itu berproses ya saya kira. Karena bagaimanapun juga itu nanti juga dengan kapasitas SPPG yang ada juga. Jadi dimungkinkan memang ada sekolah-sekolah yang memang tidak menerima itu," kata dia.
Meski demikian, belum ada angka pasti mengenai jumlah sekolah yang menolak menerima MBG di Depok.
Saat ini, Dinas Pendidikan Kota Depok masih memvalidasi data sekolah bersama BGN, terutama sekolah swasta.
Baca juga: Tutup Pelat Nomor untuk Akali ETLE di Tangsel, Polisi Siap Tilang Manual
"Untuk berapa jumlahnya, kita masih melakukan validasi ya, kalau jumlahnya banyak sekali. Terutama untuk yang swasta kan yang belum selesai. Tapi kalau negeri insyaallah sudah semuanya," tutur Wahid.
Saat ini, terdapat 1.057 sekolah di Kota Depok hingga jenjang SMA. Namun, data sekolah swasta masih harus diperiksa satu per satu karena proses validasi bersama BGN belum rampung.
"Yang fix di bawah kami sehingga kami bisa memiliki data secara lengkap adalah yang sekolah negeri. Nah yang swasta ini kami mesti cek satu per satu," tuturnya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT






Komentar (0)