jpnn.com, JAKARTA - Peruri menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Bantuan tersebut diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (21/8/2026).
BACA JUGA: Peruri Perkuat Reputasi sebagai Perusahaan Teknologi Sekuriti
Selanjutnya, bantuan akan didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di NTT dan menyebabkan korban jiwa, kerusakan rumah serta fasilitas umum, hingga memaksa ribuan warga mengungsi.
BACA JUGA: Peruri Dorong Digitalisasi Administrasi Barantin lewat Meterai Elektronik
Bantuan Peruri mencakup sejumlah kebutuhan pokok dan perlengkapan penunjang bagi masyarakat selama masa tanggap darurat. Penyaluran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak, termasuk kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian khusus.
Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi, mengatakan kecepatan dan ketepatan menjadi faktor penting dalam penyaluran bantuan dalam kondisi darurat. Menurutnya, bantuan harus segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
BACA JUGA: Peruri Bawa Tujuh UMKM Binaan ke Road to INACRAFT 2026
"Dalam situasi darurat seperti ini, yang terpenting adalah memastikan bantuan dapat segera menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan," ujar Adi Sunardi.
Dia mengatakan Peruri menggandeng BNPB untuk memastikan bantuan dapat didistribusikan secara efektif dan tepat sasaran.
Kolaborasi tersebut diharapkan turut membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus selama masa tanggap darurat.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Peruri menjalankan program TJSL yang responsif terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan.
Perusahaan juga menyatakan akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendukung penanganan serta pemulihan pascabencana.(jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh





Komentar (0)