Karangan Bunga dari Negara Sahabat untuk Empat Penjaga Perdamaian Indonesia

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS – Perwakilan negara-negara sahabat yang tergabung dalam MIKTA memberikan penghormatan kepada empat prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNIFIL/United Nations Interim Force in Lebanon pada Maret 2026.

Selain Indonesia, negara lain dalam MIKTA adalah Meksiko, Korea Selatan (Korsel), Turki, dan Australia.

Penghormatan di Patung Penjaga Perdamaian, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026) tersebut, dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi bersama tiga duta besar negara dalam MIKTA untuk Indonesia, yakni Rod Brazier (Australia), Francisco de La Torre Galindo (Meksiko), dan Talip Küçükcan (Turki). Adapun Korsel diwakili oleh Deputy Ambassador Chung Hae Kwan.

Mereka menaruh karangan bunga di bawah patung dan mengheningkan cipta selama lebih kurang satu menit. Turut serta dalam prosesi itu, Komandan PMPP TNI Mayor Jenderal Iwan Bambang Setiawan.

Keempat prajurit TNI yang gugur tersebut adalah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dan Kopda Anumerta Rico Pramudia.

Keempat personel TNI ini gugur dalam dua serangan yang berbeda. Farizal Rhomadhon dan Rico Pramudia terluka parah dalam serangan yang terjadi di Adchit Al Qusayr, Lebanon, 29 Maret 2026. Sementara itu, Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ichwan gugur dalam peristiwa di dekat Bani Hayyan pada 30 Maret 2026.

“Kami mengecam keras serangan terhadap pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau UNIFIL. Kami menyampaikan rasa duka mendalam atas gugur dan terlukanya para penjaga perdamaian Indonesia dalam misi tersebut, untuk para penjaga perdamaian dan pekerja kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa,” kata Rod dalam pidatonya.

Menurut Rod, keselamatan para pekerja humanitarian ini menjadi yang utama. Dia menekankan, kerja-kerja perdamaian seharusnya tidak dibayar dengan nyawa mereka. Australia yang menjadi Ketua MIKTA tahun 2026 juga memandang keselamatan pasukan perdamaian dan pekerja kemanusiaan harus diutamakan.

“Hal ini (kerja kemanusiaan) seharusnya tidak dibayar dengan nyawa mereka sendiri. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengajak kita semua untuk mengenang mereka yang membayar harga tertinggi, harga yang tidak dapat diterima, dalam pengabdiannya. Dia berkata, kita harus bekerja lebih keras untuk menjaga keselamatan mereka,” ungkap Rod.

Baca JugaApa yang Terjadi di Lebanon sehingga Prajurit TNI Gugur di Negara Itu?
Pelajaran berharga

Mayjen Iwan juga memandang keselamatan personel dalam tugas kemanusiaan menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, gugurnya empat prajurit TNI saat bertugas di UNIFIL menjadi pelajaran berharga. Dia juga menyebut, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menekankan kepada PMPP untuk memberikan pelatihan yang sesuai kebutuhan.

Menurut Iwan, pengiriman pasukan akan mengikuti kebijakan politik dari negara. Meski demikian, TNI tetap selalu siap untuk mengirimkan pasukan ke berbagai belahan dunia di bawah mandat PBB. Saat ini, jumlah personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB mencapai 1.750 orang dan sebagian besar berada di Kongo.

“Beliau (Panglima TNI) menekankan kepada kami untuk memberikan pelatihan sesuai dengan medan (operasi), yang tentunya berbeda di setiap negara. Nah, penekanan dari Panglima TNI ini juga harus terus kami pelajari sehingga prajurit yang diterjunkan itu harus betul-betul safe dan secure,” ujar Iwan.

Persiapan menuju misi menjaga perdamaian PBB di Congo (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo/MONUSCO) menjadi contohnya. Sekitar 600 pasukan yang rencananya diberangkatkan pada September 2026 ini telah mendapatkan sejumlah pelatihan, mulai dari bahasa hingga persiapan medis.

“Kami sudah mempersiapkan pelatihan dan menyesuaikan kondisi di sana. Salah satunya untuk mengantisipasi virus Ebola di Afrika, kami sudah menyiapkan vaksin dan peralatan medis yang seusai dengan kebutuhan di sana,” papar Letnan Kolonel Ahmad Afriyan Rangkuti, Komandan Batalyon RDB (Rapid Deployable Battalion) yang akan ditempatkan di Kongo.

Baca JugaKongo Desak PBB Segera Tarik Misi Perdamaian MONUSCO

Sekjen Kemlu Denny Abdi memandang kemampuan personel perlu ditingkatkan di tengah semakin banyaknya konflik geopolitik. Sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia, Denny menyebut Indonesia akan memberikan perhatian besar, namun tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.

“Logikanya, jika semakin banyak konflik, maka peacekeepers (penjaga perdamaian) akan ditambah. Tapi, kita juga enggak mau mereka menjadi korban, karena di sana tidak untuk berpihak. Mereka tidak boleh ofensif, dan betul-betul menjaga perdamaian agar tidak berkembang menjadi lebih lanjut,” kata Denny.

Dalam kegiatan tersebut, para perwakilan MIKTA menaiki kendaraan taktis (rantis) Bushmaster buatan Australia. Sejumlah personel TNI juga memperagakan simulasi penyelematan anggota yang menjadi korban dalam misi perdamaian, lengkap dengan helm biru dan rompi khas PBB yang dikenakan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Minola Sebayang Ungkap Kondisi Ruben Onsu usai Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan
• 11 jam lalu
0
thumb
OTT Rektor Unsoed terkait Dugaan Seleksi Penerimaan Seleksi Mahasiswa Baru
• 15 jam lalu
0
thumb
Appi: TPA Harus Berubah dari Beban Menjadi Nilai Ekonomi, Sampah Organik hingga Peternakan Dikembangkan
• 4 jam lalu
0
thumb
Para Pendukung Industri Global dan Lokal Mendukung Automechanika Jakarta
• 16 jam lalu
0
thumb
Danantara Housing Expo Tawarkan 100 Ribu Hunian, Tenor hingga 30 Tahun
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.