HARIAN.FAJAR.CO.ID, JENEPONTO – Nasib sejumlah warga Jeneponto yang tengah berada di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), usai gempa mengguncang wilayah tersebut mengundang perhatian.
Video kondisi warga yang disebut berasal dari Jeneponto beredar melalui WhatsApp, Jumat (21/8/2026). Dalam tayangan berdurasi 18 detik, sejumlah perempuan dan anak-anak terlihat berada di tempat pengungsian sederhana.
Seorang balita dan anak tampak terbaring, sementara tiga perempuan duduk di lokasi tersebut. Karpet, pakaian, serta keranjang pakaian terlihat menumpuk di sekitar mereka.
Tempat yang diduga menjadi lokasi pengungsian itu hanya berupa bangunan berdinding seng menyerupai garasi. Bagian depannya tampak terbuka tanpa pintu atau penutup.
Dalam video tersebut, perekam mengaku sebagai warga Jeneponto yang sedang membutuhkan bantuan. Ia menyampaikan permohonan kepada bupati agar memberikan perhatian kepada mereka.
“Assalamu’alaikum bapak bupati kami ini dari Jeneponto, mohon bantuannya, mohon perhatiannya kami di Flores cari usaha, kami terkena gempa kemarin lagi mengungsi, mohon bantuannya, mohon perhatiannya,” ujar perekam dalam video tersebut.
Tak hanya itu, beredar pula video lain berdurasi sekitar 55 detik yang memperlihatkan seorang pria terbaring di atas ranjang.
Pria bertubuh gempal tersebut tampak menggunakan selimut. Kondisinya terlihat lemah dan hanya sesekali menggerakkan jari telunjuk.
Perekam video mengaku tidak mengetahui identitas pria tersebut. Namun, pria itu diduga merupakan warga Jeneponto yang turut terdampak bencana dan membutuhkan pertolongan.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagi teman-teman yang kenal sama ini orang mungkin bisa merapat dan kita angkat sama-sama karena dia dari mana kurang tahu orangnya nih, dia kelaparan dengan adanya bencana kemarin, belum ada keluarganya yang mengenal sudah tidak bisa angkat,” ujar perekam.
Belum diketahui secara pasti identitas seluruh warga dalam video tersebut maupun lokasi detail pengungsian mereka di Flores. Kondisi itu diharapkan mendapat perhatian pemerintah.
Sebelumnya, gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WITA.
Gempa dangkal yang berpusat di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut turut memicu peringatan dini tsunami, termasuk untuk wilayah Sulsel. (MAP)






Komentar (0)