Sejumlah rumah warga di Desa Macang Tanggar, Dusun Lemes, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat gempa. Salah satunya rumah milik Jafar yang bagian depan rumahnya roboh dan dinding di sisi kiri serta kanan mengalami retak.
“Lihat saya punya kondisi rumah ini sudah bagian depannya sudah jebol, kiri kanannya sudah retak. Bagi saya cukup ini saja musibah gempa ini, jangan terulang lagi,” kata Jafar saat ditemui di Desa Macang Tanggar, Jumat (21/8).
Jafar mengatakan, kerusakan paling parah terjadi di bagian depan yang merupakan ruang tamu. Sementara bagian dapur mengalami keretakan pada dinding.
“Bagian depan ini sama kiri kanan,” ujarnya.
Saat gempa terjadi, Jafar bersama istri dan anaknya berada di rumah. Mereka langsung berusaha menyelamatkan diri.
“Waktu kejadian itu kami kaget, saya kira kami istri lari ke belakang, saya lari ke depan ini sama anak saya. Saya sampai di depan teras ini, saya lihat saya punya istri tidak ada. Akhirnya saya kejar lagi saya punya istri bagian belakang, tarik punya tangan, langsung lari ke jalan ini. Pas kami di jalan sudah itu kelihatan roboh sudah bagian depan ini,” tuturnya.
Jafar bersyukur dirinya dan keluarganya sudah berada di luar rumah ketika bagian depan bangunan roboh. Tidak ada anggota keluarganya yang terluka.
Kini, Jafar dan keluarganya memilih tidak lagi tidur di rumah tersebut karena masih khawatir dengan gempa susulan.
“Iya, sampai sekarang ya saya tidak tidur di sini. Saya merasa takut,” katanya.
Jafar berharap rumahnya dapat direnovasi karena kerusakan terjadi di hampir seluruh bagian dinding.
“Memang kalau lihat kondisi ini rumah ya renovasi ulang lagi. Setidaknya bisa bagian depan ini kena retak semua kelilingnya ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Polri yang telah membantu penanganan rumahnya.
“Saya tidak ada merasa keberatan, saya ucapkan terima kasih banyak telah membantu ini rumah yang sudah roboh. Saya pribadi, saya cukup terima kasih Bapak,” kata Jafar.
Selain rumah Jafar, rumah milik Muhammad Taufik juga mengalami kerusakan parah. Rumah yang dihuni delapan orang itu mengalami kerusakan pada dinding hingga bagian atap.
“Ini semua bagian dalam ini, dinding, temboknya ini, dinding, dinding tiap-tiap dinding temboknya itu atap, habis, atap juga habis,” kata Taufik.
Taufik mengatakan kerusakan akibat gempa kali ini sangat hingga membuat bangunan roboh.
“Memang sudah agak apa dia toh, tapi tidak terlalu. Pas ini sudah yang parahnya. Sehingga tidak bisa tahan dia, langsung tumbang sudah. Hanya itu saja syukurnya, alhamdulillah Tuhan beri kesempatan untuk hidup toh. Pas kami semua di luar baru dia tumbang,” ujarnya.
Untuk sementara, Taufik bersama keluarganya mendirikan tenda di sekitar rumah. Mereka masih merasa trauma dan waspada karena gempa susulan masih terjadi.
“Ya masih trauma juga toh. Pokoknya masih waspadalah,” katanya.
Abdi berharap bantuan berupa selimut dapat diberikan untuk keluarganya, terutama karena ada cucunya yang masih berusia sekitar sembilan hingga sepuluh bulan.
“Ya, kalau bisa itu selimut, karena ada cucu,” ujarnya.
Sebelumnya, Polres Manggarai Barat telah mengirimkan sejumlah bantuan material hingga makanan pokok untuk 2 rumah warga yang roboh akibat gempa Sabtu (15/8) lalu.
Bantuan tersebut langsung dikirimkan oleh Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, saat ini polres Manggarai Barat juga tengah menyiapkan sejumlah bantuan lain untuk segera didistribusikan ke Polsek daerah-daerah terdampak di Manggarai Barat.






Komentar (0)