Polres Manggarai Barat memberikan bantuan material untuk memperbaiki dua rumah warga di Desa Mancang Tanggar, Dusun Lemes, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, yang rusak akibat gempa. Pemberian bantuan ini dilakukan pada Jumat (21/8).
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan, dua rumah tersebut menjadi fokus bantuan karena mengalami kerusakan cukup parah. Bantuan yang diberikan berupa semen dan peralatan pertukangan.
“Kebetulan hari ini eh yang parah kebetulan ini 85 persen. Hari ini kami fokus dua rumah dulu. kami memberikan ada semen, kemudian alat untuk pertukangan,” kata Christian.
Christian mengatakan, salah satu rumah yang ditinjau mengalami kerusakan sekitar 85 persen. Bagian tembok rumah tersebut runtuh hingga atapnya ikut terdampak.
“Kalau dalam memang hancur parah ya, 85% hancur betul sampai atap-atapnya keluar. Eh beliau sampaikan untung aja pada saat kejadian beliau sudah keluar, tiba-tiba temboknya menimpa ke arah beliau. Untung beliau sudah keluar,” ujarnya.
Menurut Christian, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama TNI-Polri untuk membantu warga yang terdampak gempa. Selain perbaikan rumah, pihaknya juga akan melakukan trauma healing bagi masyarakat.
“Jadi kami membantu perintah Bapak Kapolda, pemerintah harus hadir, baik TNI-Polri, pemerintah daerah memberikan bantuan kepada masyarakat. kami harap pelan-pelan kita memperbaiki infrastruktur yang ada.” katanya.
Christian juga menyebut kebutuhan warga terdampak saat ini masih cukup banyak. Selain bantuan material, warga membutuhkan tenda, air minum, dan bahan pokok.
“Ke depannya mungkin bahan makanan akan kami kirim lagi, rekan-rekan bisa lihat mereka sangat membutuhkan tenda, kemudian air minum mungkin, air minum kemudian bahan pokok ke depannya begitu. Nanti kami akan minta izin sama Bapak Kapolda biar distribusi cepat. Sebelumnya di Polres, kami akan minta langsung ke Polsek, nanti Polsek langsung akan bagi ke wilayah-wilayah,” tuturnya.
Berdasarkan laporan BPBD Manggarai Barat, terdapat 9.275 warga yang terdampak kerusakan akibat gempa, baik kerusakan berat maupun ringan. Sementara itu, korban meninggal dunia tercatat satu orang.
“Korban jiwa masih satu. Kami harap tidak bertambah, atas nama Ibu Siti Hawa, umur 80 tahun.” sambungnya.
Polres Manggarai Barat juga membuka akses bagi warga yang membutuhkan bantuan atau mengalami persoalan keamanan selama masa penanganan bencana lewat call center 110.






Komentar (0)