jpnn.com, NABIRE - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai melumpuhkan sektor transportasi udara di wilayah Papua Tengah.
Pihak Bandara Douw Aturure Nabire terpaksa mengambil tindakan tegas dengan membatalkan dua jadwal penerbangan reguler akibat sebaran kabut asap yang mengganggu keselamatan operasional pesawat, Jumat (21/8).
BACA JUGA: Soal Karhutla di Kalimantan, Puan Maharani Soroti Perlindungan Masyarakat Terdampak
Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa otoritas Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, membatalkan dua jadwal penerbangan pada Jumat (21/8) setelah jarak pandang merosot tajam hingga di bawah 70 meter.
Plt Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Douw Aturure Nabire Alrido Simanjuntak di Nabire, Jumat, mengatakan dua penerbangan terdampak, yakni Nam Air rute Nabire-Makassar dan Wings Air rute Timika-Nabire.
BACA JUGA: Komisi X DPR Minta Sekolah di Kalimantan Libur Jika Kabut Asap Memburuk
"Jarak pandang tadi sudah kabur di bawah 70 meter, padahal jarak pandang untuk penerbangan seharusnya 5 kilometer. Karena kondisi tersebut, ada dua penerbangan yang terdampak akibat asap ini," katanya.
Nam Air yang dijadwalkan berangkat dari Nabire menuju Makassar sekitar pukul 15.30 WIT dibatalkan, sedangkan Wings Air dari Timika ke Nabire yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 16.00 WIT juga terdampak.
BACA JUGA: Kalimantan Dilanda Karhutla, Legislator Usulkan Sekolah Libur Sementara
Menurut Alrido, kondisi tersebut membuat Bandara Douw Aturure ditutup sekitar pukul 15.30 WIT untuk mengutamakan keselamatan penerbangan, penumpang dan awak pesawat.
Ia mengatakan jarak pandang mulai membaik setelah lebih dari satu jam menjadi sekitar 100 meter, tetapi belum cukup untuk memastikan operasional penerbangan kembali normal.
"Untuk besok saya belum bisa memastikan. Petugas pemadam masih berusaha menjaga agar api tidak meluas ke area bandara," ujarnya.
Ia menjelaskan asap berasal dari kebakaran lahan warga di sekitar kawasan bandara. Titik kebakaran berada sekitar 70 meter dari pagar perimeter bandara, sementara asap masuk ke area bandara.
"Kalau apinya tidak masuk karena teman-teman dari unit pemadam kebakaran berusaha menjaga api agar tidak masuk ke daerah runway. Asapnya yang masuk," katanya.
Petugas pemadam kebakaran bandara terus melakukan penyemprotan air pada tumbuhan di sepanjang pagar perimeter untuk mencegah api merambat ke dalam kawasan bandara.
Sebelum kondisi memburuk, pihak bandara mengimbau masyarakat melalui kepala desa, lurah, serta tempat ibadah agar tidak melakukan pembakaran lahan.
Ia mengatakan aktivitas penerbangan pagi hingga siang hari berlangsung aman. Gangguan hanya terjadi pada penerbangan sore akibat penurunan jarak pandang.
Dalam kondisi normal, Bandara Douw Aturure Nabire melayani sekitar 40 pergerakan pesawat atau 20 hingga 25 penerbangan setiap hari, mulai pukul 06.30 WIT.(antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Johan Rosihan Dorong Pemerintah Gerak Cepat Atasi Karhutla di Kalimantan, Ini Sarannya
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean





Komentar (0)