jpnn.com - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta turut mengambil peran dalam aksi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
BUMD yang terdiri dari Bank Jakarta, PAM Jaya, Pembangunan Jaya, Transjakarta, Pasar Jaya, Jakarta Propertindo, dan sejumlah BUMD lainnya menggalang dana bantuan kemanusiaan.
BACA JUGA: Keakraban dengan Jokowi Belum Jadi Sinyal Prabowo-Gibran Berlanjut di Pilpres 2029
Bantuan itu lalu diserahkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang secara simbolis dilepas dari halaman Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, pada Kamis (20/8).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, hingga Baznas Bazis DKI Jakarta.
BACA JUGA: Pelaku Cek Nomor Rangka Kendaraan Harus Dipidana
Menurut dia, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk membantu masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana gempa bumi.
“Bantuan ini merupakan hasil dukungan dan kolaborasi seluruh pihak dalam menyiapkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Marulitua.
BACA JUGA: KPK Sita Rp 1,5 Miliar di Pemkab Bogor, tetapi Bantah Ada OTT, Begini Ceritanya
Salah satu kontribusi datang dari BUMD dan OPD Pemprov DKI Jakarta yang memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp1,11 miliar.
Dana tersebut menjadi bagian dari total bantuan yang disiapkan untuk membantu penanganan kebutuhan masyarakat terdampak gempa.
Selain bantuan tunai, BUMD juga menyumbangkan bantuan berupa 202 unit toren air.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di lokasi terdampak bencana.
Tidak hanya itu, bantuan pengiriman mobile water treatment plant (WTP) senilai Rp2,5 miliar juga disiapkan untuk mendukung penyediaan air bersih di wilayah terdampak.
“Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pangan dan nonpangan, tetapi juga bantuan uang tunai sebesar Rp1,11 miliar yang merupakan sumbangan dari BUMD dan OPD Provinsi DKI Jakarta,” kata dia.
Secara keseluruhan, bantuan Pemprov DKI Jakarta juga mencakup kebutuhan pangan dan perlengkapan darurat.
BPBD DKI Jakarta menyalurkan makanan siap saji, biskuit, dan air mineral, serta berbagai kebutuhan nonpangan seperti kasur lipat, bantal, selimut, family kit, pakaian anak, terpal, dan karung.
Dinas Sosial DKI Jakarta turut menyiapkan air mineral, paket makanan anak, serta terpal atau tenda gulung.
Sementara Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengirimkan sejumlah kebutuhan medis, antara lain cairan infus dan antiseptik.
Baznas Bazis DKI Jakarta juga berpartisipasi dengan menyalurkan berbagai bahan pangan, seperti sarden, kornet, biskuit bayi, bubur bayi, bubur instan, mi instan, hingga rendang.
Marulitua menuturkan seluruh bantuan tersebut akan diberangkatkan melalui jalur udara dan laut agar proses distribusi ke NTT dapat berjalan efektif dan terintegrasi dengan sistem penanganan bencana nasional.
“Distribusi dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur udara dari Bandara Halim Perdanakusuma dan jalur laut melalui Pangkalan TNI Angkatan Laut di wilayah Komando Armada I, Jakarta Utara,” jelasnya.
Total nilai bantuan yang diberangkatkan Pemprov DKI Jakarta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di NTT mencapai Rp5.853.728.500.(Dit/JPNN)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi





Komentar (0)