Jakarta, VIVA – Seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL) berinisial AW (39) menjadi korban pengeroyokan di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Insiden tersebut diduga bermula dari senggolan sepeda motor di jalan.
Peristiwa itu terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 06.20 WIB. Saat itu, AW tengah mengendarai sepeda motor menuju kantor.
Kapolsek Matraman, Ajun Komisaris Polisi Suripno mengatakan, kejadian bermula ketika korban melintas di Jalan Galur Sari IX, Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman.
“Saat melintas di Jalan Galur Sari IX RT 14/07 Kel. Utan Kayu Utara Kec. Matraman Jakarta Timur, korban bersongolan dari arah yg berlawanan dengan pelaku RY yang menggunakan sepeda motor Honda Vario 150 berwarna merah,” ujarnya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Usai senggolan tersebut, AW dan RY terlibat cekcok. Situasi kemudian memanas hingga RY diduga melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan helm.
“Kemudian korban menghentikan sepeda motor, selanjutnya pelaku memutar balik sepeda motornya dan menghampiri korban, kemudian terjadi cekcok mulut dan pelaku membenturkan helm ke bagian kepala korban,” katanya.
Pengeroyokan kemudian diduga melibatkan orang lain berinisial FMN. Orang tersebut disebut memegang korban dari belakang sebelum korban kembali mendapat pukulan dan tendangan.
“FMN diduga ikut mendorong korban sambil memukuli Korban.Tidak lama kemudian warga melerai kejadian tersebut,” kata dia.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Saat ini, satu orang berinisial RY telah diamankan dan ditahan di Polres Metro Jakarta Timur.
Polisi masih mendalami peran pihak lain yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
“Pelaku inisial RY, sudah ditangkap dan ditahan,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap seorang pria berinisial R yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap anggota TNI Angkatan Laut (AL) berinisial AW (39) di Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur.
"Pelaku pengeroyokan anggota TNI di Matraman sudah ditangkap, inisial R," kata Kapolsek Matraman AKP Suripno saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.





Komentar (0)