KOMPAS.com - Keinginan Reski Yanda Putri untuk melanjutkan pendidikan ke luar Pulau Sumatera membawanya pada sebuah kesempatan yang mengubah perjalanan hidupnya.
Perempuan kelahiran 20 Oktober 2002 itu akhirnya menemukan jalan berkuliah di Pulau Jawa melalui program Beasiswa Pendidikan Mahasiswa Sekitar Bukit Asam (Bidiksiba).
Putri bercerita, ia pertama kali mengetahui informasi mengenai program beasiswa dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tersebut melalui salah satu pegawai di desa tempat tinggalnya.
Berbekal informasi tersebut, Putri mendatangi kantor PTBA dan mengambil formulir pendaftaran Bidiksiba.
Baca juga: Kisah Noval Hariyanto, Penerima Program Beasiswa Bidiksiba PTBA
Perjuangan Putri membuahkan hasil. Ia diterima di Politeknik Negeri Malang (Polinema), Program Studi Administrasi Bisnis.
Bagi Putri, kesempatan berkuliah di Malang bukan sekadar berpindah kota. Selama tiga tahun tinggal jauh dari Sawahlunto, ia menemukan berbagai pengalaman baru, mulai dari mengenal lingkungan, budaya, dan bahasa yang berbeda hingga beradaptasi dengan pola pikir orang-orang di sekitarnya.
Putri juga aktif mengikuti komunitas dan berbagai kegiatan kampus. Pengalaman tersebut membantunya mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas jejaring.
“Karena saya ini sebenarnya pribadi yang cukup jarang untuk keluar kota sebelumnya, jadi beneran berasa melihat dunia yang baru ketika menempuh pendidikan di Kota Malang,” ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: 11 Politeknik di Bawah KKP Melebur Jadi Ocean Institute of Indonesia
Pengalaman merantau dan menjalani pendidikan di lingkungan baru turut membentuk kepercayaan diri Putri. Keterampilan yang diperolehnya selama kuliah pun menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.
Menurut Putri, Bidiksiba menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya.
“Itu luar biasa bisa mengubah hidup saya 180 derajat. Dari pekerjaan, mindset, kemudian soft skill yang saya punya, banyak hal yang berubah dalam hidup saya,” ujar Putri.
Kisah Putri menjadi salah satu gambaran bagaimana Bidiksiba membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional PTBA.
Di Sawahlunto, program tersebut mendapat antusiasme masyarakat, terutama keluarga prasejahtera yang ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak mereka untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Baca juga: Mencegah Hilangnya Roh Pendidikan Tinggi Indonesia
Bagi Putri, kesempatan mendapatkan pendidikan tinggi melalui beasiswa perlu dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia juga mengajak generasi muda untuk berani menjalani setiap proses, termasuk ketika menghadapi kegagalan.
“Jangan takut gagal dalam proses apa pun. Kalau gagal, tidak apa-apa, karena saya tahu di depannya akan ada kemenangan yang akhirnya akan saya syukuri,” ungkap Putri.
Salah satu pengelola Bidiksiba di Sawahlunto, Yayuk, berharap kuota penerima manfaat program tersebut dapat terus bertambah.
Menurutnya, semakin banyak penerima beasiswa akan semakin membuka kesempatan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mempersiapkan masa depan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT






Komentar (0)