IHSG Ditutup Menguat 24 Poin ke Level 6.525

metrotvnews.com
55 menit lalu
Cover Berita

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini bertengger di zona hijau. IHSG bergerak menguat sepanjang perdagangan hingga penutupan sore hari, Jumat, 21 Agustus 2026.

Berdasarkan data RTI, IHSG sore naik 24,105 poin atau setara 0,37 persen ke posisi 6.525,690. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 6.524. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 6.507 dan tertinggi di posisi 6.551.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 58,088 miliar senilai Rp17,421 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.473,330 triliun dengan frekuensi sebanyak 2.256.683 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 319 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 294 saham melemah, dan 178 saham lainnya stagnan.

Baca Juga :

Rupiah Ditutup Naik ke Rp17.694/USD

(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Dukungan sentimen domestik dan global Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, dukungan domestik membuat IHSG perkasa. Dari dalam negeri, BEI berencana mengubah batas minimum harga saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai dari saat ini sebesar Rp50 menjadi Rp1 per saham.

BEI juga berencana menghapus dua kriteria Papan Pemantauan Khusus, yaitu kriteria (1) mengenai saham dengan harga rata-rata di bawah Rp51 dan memiliki likuiditas rendah dalam tiga bulan terakhir, serta kriteria (11.2) terkait emiten yang tidak lagi memenuhi kriteria Papan Pemantauan Khusus lainnya, tetapi harga sahamnya belum mencapai Rp50.

Selain itu BEI berencana menyesuaikan klasifikasi batasan auto rejection. Untuk auto rejection bawah (ARB), saham dengan harga Rp 1-10 akan menggunakan batas Rp1 berdasarkan nilai nominal. Saham pada rentang harga Rp11–200, Rp 201–5000, dan di atas Rp5000 akan memiliki ARB sebesar 15 persen.

Untuk auto rejection atas (ARA), saham dengan harga Rp 1-10 akan menggunakan batas Rp1 berdasarkan nilai nominal. Sedangkan saham pada rentang Rp11-200 akan memiliki ARA sebesar 35 persen, saham rentang Rp201-5000 sebesar 25 persen, dan saham di atas Rp5000 sebesar 20 persen.

Perubahan aturan tersebut akan diuji coba bersama Anggota Bursa (AB) pada 22 dan 29 Agustus 2026, dan BEI menargetkan perubahan tersebut mulai diimplementasikan pada 7 September 2026.

Dari mancanegara, yield US-Treasury kembali naik meskipun terdapat rencana operasi pembelian kembali (buyback) obligasi dengan skala besar yang dilakukan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS).

U.S. 10-year Bond Yield mengalami kenaikan lebih dari 5 basis poin (bps) ke level 4.704 persen pada Kamis, 20 Agustus 2026. Untuk yield US-Treasury dengan tenor 30 tahun juga naik 5 bps ke level 5.248 persen.

Ratna mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi tersebut memicu kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan akan menanggung biaya pinjaman yang tinggi

"Selain itu, juga akan berpengaruh terhadap penurunan laba perusahaan jika kenaikan yield berlangsung lama, sehingga menghambat laju indeks bursa saham yang sedang bullish," ujar Ratna dilansir dari Antara.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Waspada Karhutla di Banjarbaru, Warga Jangan Lupa Pakai Masker
• 11 jam lalu
0
thumb
Jahmada Girsang Jelaskan Beda Langkah Uji Materi ke MK dengan Peradi Bersatu ke MA
• 19 jam lalu
0
thumb
Apresiasi Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas', Wali Kota Medan: Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
• 22 jam lalu
0
thumb
Dipromotori Istri Bupati, Kader dan Posyandu Bulukumba akhirnya Bakal Wakili Sulsel di Ajang Nasional
• 5 jam lalu
0
thumb
Kapolda Kalbar Angkat Bicara Soal Pelaku Karhutla Ditindak Terukur, Korporasi Tanpa Toleransi
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.