Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu mengungkapkan pembangunan hunian vertikal di kawasan Kampung Bandan, Jakarta Utara, belum dimulai. Proyek tersebut masih menunggu penyelesaian administrasi dan perizinan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Sebelumnya, BTN menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan investasi asal Qatar, AlQilaa International Group, untuk mengembangkan hingga 1 juta unit hunian vertikal di Indonesia. Pada tahap awal, AlQilaa menargetkan pembangunan 50.000 unit dengan nilai investasi mencapai USD 2,5 miliar.
Proyek Kampung Bandan merupakan bagian dari rencana pengembangan hunian vertikal yang melibatkan BTN, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, dan investor asal Qatar.
"Yang sudah ada sama Qatar, cuma ada proses administrasinya aja, perizinannya gitu ya, masih nunggu ini kan, izin dari pemerintah maupun Pemda. Pemerintah juga pusat. Belum dibangun (fisiknya)," kata Nixon dalam acara Groundbreaking Hunian Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).
Nixon mengatakan, BTN bersama KAI juga akan menjajaki pengembangan hunian vertikal di sejumlah stasiun yang masih memiliki lahan kosong. Menurut dia, lahan yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan meski hanya cukup untuk membangun satu atau dua tower.
"Ya kita lihat lagi stasiun-stasiun lain yang masih ada area kosong. Kalau cuma 1-2 tower nggak apa-apa. Jadi kita bangunin terus," ujarnya.
Pembangunan Hunian ManggaraiSementara itu, pembangunan hunian vertikal di kawasan Stasiun Manggarai baru saja dimulai melalui groundbreaking. Nixon mengatakan, tahap awal proyek tersebut akan mencakup dua hingga tiga tower dari total rencana pembangunan delapan tower.
BTN menyiapkan skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga sekitar 6 persen flat hingga lunas dan tenor maksimal 40 tahun. Harga hunian ditargetkan berada di bawah Rp 600 juta, dengan nilai pembiayaan sekitar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta.
Untuk tahap awal, konstruksi hunian Manggarai diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun hingga 1 tahun 3 bulan.
BTN juga masih melakukan negosiasi terkait bunga kredit konstruksi yang akan diberikan kepada anak usaha KAI, yakni KAI Properti. Nixon mengatakan, pembahasan tersebut menjadi salah satu tahapan yang masih perlu diselesaikan sebelum proyek berjalan lebih lanjut.
"Ini masih proses negosiasi. Tinggal itu aja sebenarnya dengan teman-teman KAI Properti," ungkap Nixon.
Lebih lanjut, BTN tengah menyiapkan mekanisme pendaftaran minat bagi calon konsumen sebelum proses akad KPR. Mekanisme ini disiapkan untuk memberikan kepastian kepada calon pembeli sekaligus menghindari kerugian apabila terdapat kendala dalam pembangunan.
"Yang pertama prosesnya adalah teman-teman daftar minat, minat beli. Nah belinya itu efektif setelah akad kan. Nah tapi yang minat inilah yang akan mendapatkan prioritas hak untuk akad," kata Nixon.
Pendaftaran minat untuk hunian Manggarai ditargetkan mulai dibuka pada akhir Agustus 2026, setelah seluruh proses legalitas dan perizinan dipastikan selesai.






Komentar (0)