University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM, Mahasiswa Bisa Lanjut Tahun ke-2 di Australia

idxchannel.com
47 menit lalu
Cover Berita

University of Melbourne, akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Indonesia dan Australia. 

University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM, Mahasiswa Bisa Lanjut Tahun ke-2 di Australia. (Foto: University of Melbourne)

IDXChannel—University of Melbourne menjalin kemitraan dengan dua perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk program pendidikan di bidang pertanian. 

Kemitraan yang diumumkan pada Kamis (20/8/2026) di Jakarta oleh Professor Frank Vetere, Pro Vice-Chancellor (Global), University of Melbourne, akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Indonesia dan Australia. 

Baca Juga:
Purbaya dan Mendiktisaintek Matangkan Strategi Penguatan Riset dan Beasiswa 2027

Sekaligus membekali mahasiswa peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin masa depan di bidang pertanian berkelanjutan dan mendorong inovasi.

Mitra pertama dalam kemitraan ini adalah IPB yang dikenal secara internasional atas kepemimpinannya dalam bidang pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan, serta UGM, salah satu PTN terkemuka Indonesia dengan kekuatan yang luas dalam bidang riset dan inovasi.

Baca Juga:
Kemendikdasmen dan Inggris Luncurkan Beasiswa Chevening S2, Intip Tanggal Pendaftarannya

Dean of Science University of Melbourne, Professor Moira O’Bryan, mengatakan bahwa kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama antara Australia dan Indonesia untuk memperkuat sistem pangan, mendorong keberlanjutan, serta mempersiapkan generasi baru pemimpin di sektor pertanian.

“Sebagai dua negara yang bertetangga dekat, Australia dan Indonesia memiliki peluang sekaligus tantangan yang serupa dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh,” ujar Professor O’Bryan dalam keterangannya.

Baca Juga:
RI-Thailand Jajaki Kerja Sama Pendidikan, Tingkatkan Beasiswa hingga Penelitian

“Kemitraan ini menyatukan kekuatan kami dalam pendidikan dan riset pertanian untuk menciptakan dampak nyata, sekaligus membekali para lulusan agar dapat berperan dalam membentuk masa depan sektor pertanian di kawasan kita.”

Dalam model studi yang diusulkan, mahasiswa akan menyelesaikan tahun pertama di Indonesia, sebelum melanjutkan tahun kedua di University of Melbourne.

Model ini akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dari para ahli pertanian terkemuka di Indonesia maupun Australia, sekaligus memperoleh perspektif global dari berbagai disiplin ilmu utama.

Program ini merupakan kemitraan formal pendidikan transnasional (transnational education/TNE) pertama bagi Faculty of Science di Indonesia, sekaligus melanjutkan fondasi kuat dari berbagai kolaborasi riset dan pendidikan yang telah terjalin sebelumnya.

Head of the School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, University of Melbourne, Professor Giovani Turchini, melihat kemitraan ini sebagai kesempatan untuk mempertemukan kekuatan berbagai institusi yang memiliki perhatian bersama terhadap keberlanjutan, agribisnis, dan inovasi.

“Kami bangga melihat banyak alumni kami di Indonesia yang telah memberikan kontribusi nyata di sektor pertanian dan sistem pangan,” ujar Professor Turchini.

“Kemitraan ini akan semakin memperluas jejaring tersebut, memperkuat hubungan antara kedua negara, serta mendukung generasi baru lulusan untuk mendorong inovasi, keberlanjutan, dan perubahan positif,” tambahnya.

Sementara itu, Dean of Economics and Management IPB, Professor Irfan Syauqi Beik, menekankan pentingnya kemitraan ini dalam memperkuat kesiapan lulusan pertanian Indonesia untuk berkontribusi di tingkat global.

“Kemitraan ini mencerminkan komitmen jangka panjang Faculty of Economics and Management, IPB dalam menghasilkan lulusan pertanian, termasuk di bidang agribisnis, yang memiliki daya saing global. Selama puluhan tahun, IPB telah membangun keahlian di bidang pertanian tropis dan sistem pangan berkelanjutan, dan kemitraan ini memungkinkan kami untuk memperluas dampak tersebut ke tingkat global.” jelas Professor Irfan.

“Dengan menggabungkan kekuatan IPB dalam agribisnis dan ilmu pertanian dengan keunggulan riset University of Melbourne, kami membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan yang dihadapi Indonesia,” tambah Professor Irfan.

Sementara itu, Dean of Agricultural Technology UGM, Professor Eni Harmayani, menyoroti bagaimana kolaborasi internasional dapat memperluas pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat kapasitas menghadapi tantangan di sektor pertanian dan pangan.

“Di UGM, kami berkomitmen untuk mempersiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks di bidang pertanian, teknologi pangan, dan industri agri-food, sekaligus mendorong keberlanjutan dan inovasi.” ucap Professor Eni.

Kemitraan dengan University of Melbourne ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa UGM untuk memperoleh pendidikan berstandar global, pengalaman lintas budaya, serta kolaborasi riset yang akan memperkuat kapasitas mereka untuk menjadi pemimpin masa depan di sektor pertanian.

“Program ini mencerminkan visi bersama kami dalam mendorong inovasi dan keunggulan melalui kolaborasi internasional. Kami berharap dapat terus memperluas riset bersama, pertukaran akademik, serta kemitraan jangka panjang yang akan memberikan dampak positif bagi kedua negara dan berkontribusi terhadap sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan,” tutup Professor Eni.

(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Video: Kebakaran Hutan Kepung Kalimantan
• 19 jam lalu
0
thumb
KPK Usut Dugaan Pemotongan Upah Pungut Dispenda Bogor, Amankan Rp 1,5 Miliar
• 2 jam lalu
0
thumb
Viral di Medsos, Remaja Makassar Adegan Bokep saat Live Streaming
• 18 jam lalu
0
thumb
Terungkap Perjalanan Ruben Onsu Memilih Jadi Mualaf, Sempat Alami Pergulatan Batin Bertahun-tahun
• 1 jam lalu
0
thumb
Luciano Leandro Pilih 4 Pemain Penting Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Ada Rizky Ridho hingga Ragnar Oratmangoen
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.