UMKM Mulai Bidik Pasar Pariwisata, dari Retail hingga Hotel Jadi Peluang Cuan Baru

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai melihat sektor pariwisata sebagai salah satu ruang untuk memperluas pasar. Peluang tersebut tidak hanya datang dari aktivitas wisatawan di destinasi, tetapi juga dari kebutuhan produk di berbagai titik dalam ekosistem pariwisata.

Perluasan pasar ini membuat kebutuhan terhadap peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, dan pemahaman terhadap karakteristik konsumen menjadi semakin penting. UMKM juga perlu memiliki akses ke jaringan pasar agar produk yang dihasilkan dapat masuk ke rantai bisnis pariwisata secara lebih luas.

Baca Juga :
Bukan Sekadar Kejar Garis Finis, Ajang Lari Ini Bawa Pesan untuk UMKM Perempuan
Dorong UMKM Desa Naik Kelas, PGN Gelar Suadesa Festival 2026 di Yogyakarta

Salah satu upaya untuk membuka akses tersebut dilakukan melalui program yang dikembangkan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama PT Sarinah (Persero). Program tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus membuka akses pasar bagi UMKM di dalam ekosistem pariwisata Indonesia.

Iwan Setyawan selaku Komisaris Utama InJourney mengatakan, UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat rantai nilai pariwisata Indonesia. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan peningkatan kapasitas, kualitas produk, serta akses terhadap pasar yang lebih luas.

“UMKM bukan hanya bagian dari perekonomian, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pariwisata Indonesia. Karena itu, kita perlu memastikan UMKM memiliki kemampuan dan akses yang dibutuhkan agar dapat tumbuh, berdaya saing, dan menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari keterangannya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Program tersebut diikuti 81 UMKM dengan rangkaian pembinaan mulai dari capacity building, kurasi, hingga kesempatan mengikuti pameran dan uji pasar. Sebanyak 30 UMKM juga mengikuti Expo pada 12-14 Agustus 2026 di Sarinah.

Rangkaian program dimulai dengan kurasi UMKM, kemudian dilanjutkan Training of Trainers (ToT). Selanjutnya, para peserta mengikuti capacity building dan UMKM terpilih mengikuti Expo untuk menampilkan produk, melakukan uji pasar, sekaligus membangun jejaring bisnis.

Herdy Harman selaku Direktur SDM dan Digital menyampaikan, penguatan UMKM merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang memberikan manfaat lebih luas dan berkelanjutan. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi sekaligus bagian dari masa depan bangsa. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya program pelatihan, tetapi sebuah proses pembinaan yang berkelanjutan," ujarnya. 

Baca Juga :
Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI, Ini 3 Jurus BI Dorong UMKM Naik Kelas
Minta Bank Genjot Kredit UMKM, PGS BI Destry Damayanti: Benar-benar Jadi PR
Selain Bantu Produksi, Destry Tegaskan BI Sokong Pembiayaan Inklusif dan Berkelanjutan Bagi UMKM

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Di Sidang Praperadilan Febrie, Ahli Jelaskan Penyelidikan Bisa Dilakukan sebelum Ada Laporan Polisi
• 4 jam lalu
0
thumb
KBank Indonesia (BMAS) Terima Pinjaman dari Induk Rp6 Triliun
• 3 jam lalu
0
thumb
Tulola Grand Indonesia Resmi Dibuka, Tampilkan Proses di Balik Kreasi Perhiasan
• 11 jam lalu
0
thumb
170 SPPG di NTT Siap Beroperasi, Pemerintah Percepat Program MBG di Wilayah 3T
• 20 jam lalu
0
thumb
Sinopsis Drakor Study Group, Hwang Minhyun Siap Kembali dengan Aksi Bela Diri di Season 2
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.