Grid.ID - Nama El Rumi belakangan ikut terseret dalam isu dugaan pelecehan seksual yang ramai diperbincangkan di media sosial. Isu tersebut mencuat setelah beredar sebuah pengakuan dari akun anonim yang menyebut sosok berinisial “EJR”. Inisial tersebut kemudian dikaitkan oleh sejumlah warganet dengan El Rumi.
Menyikapi isu yang berkembang, kuasa hukum El Rumi, Aldwin Rahadian, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa informasi yang bersumber dari akun anonim tersebut hingga kini belum dapat dipertanggungjawabkan. Aldwin juga mempertanyakan asal-usul informasi yang menjadi dasar munculnya tudingan tersebut.
“Yang bicara pertama itu dari mana?” tanya Aldwin saat dikonfirmasi di Polda Metro Jaya pada Jumat (21/8/2026).
Ketika dijelaskan bahwa informasi tersebut berasal dari sebuah akun anonim di media sosial, Aldwin kembali menyoroti ketidakjelasan identitas pihak yang membuat pernyataan.
“Oh, anonim… Ah, itu kan belum bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Aldwin.
Aldwin menjelaskan, hingga saat ini belum diketahui secara pasti siapa sosok di balik akun anonim yang menyampaikan cerita tersebut. Menurutnya, penggunaan inisial EJR juga belum cukup untuk memastikan bahwa sosok yang dimaksud dalam pengakuan tersebut adalah El Rumi.
“Meskipun ini kan akun yang disampaikan dari akun anonim, inisial EJR, masih belum jelas semua. Enggak jelas,” kata Aldwin.
Ia menilai kejelasan mengenai sumber informasi menjadi penting, terlebih isu yang beredar menyangkut tudingan serius yang dapat berdampak terhadap nama baik seseorang.
Tidak hanya mempertanyakan validitas informasi dari akun anonim, Aldwin juga memberikan peringatan kepada pihak mana pun agar tidak menggunakan isu tersebut untuk mendiskreditkan atau memfitnah El Rumi. Ia bahkan menyinggung kemungkinan adanya modus tertentu di balik penyebaran informasi, termasuk dugaan pemerasan.
Namun, pernyataan tersebut disampaikan Aldwin sebagai bentuk peringatan dan antisipasi, bukan sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi pemerasan.
“Meskipun ini kan akun yang disampaikan dari akun anonim, inisial EJR, masih belum jelas semua. Enggak jelas. Tapi apa pun itu, saya menghimbau kepada siapa pun, ya, modus niat-niat jahat untuk melakukan mendiskreditkan, memfitnah, apalagi misalkan ada modus-modus yang diduga pemerasan dan sebagainya, saya warning untuk hati-hati,” kata Aldwin.
Aldwin meminta pihak-pihak yang terlibat dalam penyebaran informasi tersebut untuk berhati-hati dengan setiap pernyataan maupun tindakan yang dilakukan. Menurutnya, pihak El Rumi tidak tinggal diam dan akan memonitor berbagai bukti yang muncul terkait isu tersebut.
“Karena akan berbalik kepada yang bersangkutan. Hati-hati. Semua bukti dan lain sebagainya tentu kita memonitor semua,” lanjutnya.
Di tengah ramainya isu tersebut, pihak El Rumi melalui kuasa hukumnya memilih untuk memantau perkembangan informasi yang beredar. Aldwin menegaskan bahwa pihaknya akan memperhatikan setiap informasi dan bukti yang muncul. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan persoalan dapat dilihat secara utuh dan tidak hanya berdasarkan informasi dari akun anonim.
Hal ini bermula dari sebuah utas pengakuan dari akun Threads bernama @ajsbsbwas. Dalam utas yang telah dilihat lebih dari 1,2 juta kali tersebut, pemilik akun menceritakan pengalaman traumatisnya menjadi korban dugaan pelecehan seksual.
Yang membuat publik terkejut, terduga pelaku disebut-sebut sebagai seorang artis muda ternama berinisial EJR, sosok yang menurut korban "diidolakan sejak kecil sampai saat ini". Berdasarkan inisial dan petunjuk tersebut, netizen banyak yang mengaitkannya dengan sosok El Rumi, meski korban hanya menuliskan inisial EJR.
Korban menegaskan bahwa ia menulis utas tersebut bukan untuk mencari sensasi atau perhatian, melainkan untuk menyuarakan ketidakadilan dan trauma berat yang masih menghantuinya hingga detik ini. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)