Pengurus Nasional Karang Taruna Bantu Penanganan Karhutla Sumatera

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) mengerahkan personel dan relawan Karang Taruna untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Pengerahan dilakukan melalui Pengurus Provinsi Karang Taruna (PPKT) di daerah terdampak, disertai pengiriman tenda serta dukungan dana operasional.

Langkah tersebut dilakukan setelah Satgas Tanggap Bencana PNKT mendapat arahan dan perintah Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono agar Karang Taruna mengambil peran nyata membantu petugas dan masyarakat menghadapi Karhutla.

Wakil Ketua Umum Tanggap Bencana dan Lingkungan Hidup PNKT yang juga Ketua Satgas Tanggap Bencana PNKT Arfan Arlanda mengatakan personel Karang Taruna di lima provinsi prioritas telah dikonsolidasikan untuk mendukung kerja penanganan di lapangan. Lima provinsi tersebut yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah, yang berdasarkan pemetaan awal mencakup 17 kabupaten/kota terdampak. Hal itu diungkapkan olehnya saat di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

"Setelah mendapat arahan dan perintah dari Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono, kami langsung mengonsolidasikan jajaran Karang Taruna di daerah terdampak. Personel kita kerahkan untuk membantu sesuai kebutuhan dan kewenangan, terutama mendukung petugas, relawan, serta masyarakat terdampak," kata Arfan dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Menurut Arfan, pengerahan personel dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing wilayah. Karang Taruna dapat membantu melalui pendirian dan pengelolaan posko, dukungan distribusi logistik, komunikasi dan pelaporan kondisi lapangan, mobilisasi masyarakat, hingga dukungan kepada relawan yang bekerja di sekitar lokasi Karhutla.

Dalam konsep penanganan yang disusun Satgas, Karang Taruna ditempatkan sebagai unsur pendukung kesiapsiagaan masyarakat, mulai dari pencegahan, deteksi dini, respons awal, dukungan komunikasi hingga penanganan pasca kejadian. Personel Karang Taruna tidak diarahkan melakukan pemadaman pada kondisi berbahaya tanpa pelatihan, alat pelindung diri, dan pendampingan petugas yang berkompeten.

"Karang Taruna bukan mengambil alih tugas pemadaman. Arahan Ketua Umum adalah bagaimana kita bisa meringankan beban petugas yang berada di garis depan. Personel kita di daerah menjadi kekuatan pendukung agar penanganan bisa berjalan lebih cepat," ujar Arfan.

Untuk memperkuat personel di lapangan, PNKT juga mengirimkan 16 tenda yang akan digunakan antara lain sebagai posko dan tempat pendukung kegiatan relawan. Sebanyak empat tenda dikirim ke Riau, empat tenda ke Sumatera Selatan, tiga tenda ke Jambi, tiga tenda ke Kalimantan Barat, dan dua tenda ke Kalimantan Tengah.

Pengiriman dilakukan melalui kargo udara dengan estimasi tiba di masing-masing daerah dalam satu hingga dua hari kerja.

Selain tenda, PNKT telah menyalurkan dana operasional kepada PPKT di lima provinsi, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Dukungan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kebutuhan mendesak di lapangan.

Arfan mengatakan PPKT menjadi focal point di masing-masing daerah. Mereka bertugas menyampaikan perkembangan situasi, menentukan titik prioritas, menyiapkan personel dan posko, serta mengoordinasikan kebutuhan dengan PNKT dan unsur penanganan bencana setempat.

Sebelumnya, Satgas Tanggap Bencana PNKT telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan, Balai Dalkarhut (Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan) terkait, serta pengurus Karang Taruna di wilayah terdampak untuk memperoleh perkembangan terbaru. Pemetaan menunjukkan kondisi titik api bersifat dinamis sehingga konsolidasi personel dan dukungan lapangan harus terus disesuaikan.

PNKT juga menyiapkan langkah lanjutan berupa edukasi pencegahan pembakaran lahan, deteksi dini, patroli berbasis masyarakat, komunikasi kebencanaan hingga pemulihan lingkungan pasca kebakaran. Satgas menilai jaringan Karang Taruna hingga tingkat desa dan kelurahan dapat menjadi kekuatan penting untuk mempercepat informasi dan pencegahan Karhutla sejak dini.

"Personel Karang Taruna di daerah akan terus kita siagakan dan konsolidasikan. Di mana masyarakat dan petugas membutuhkan dukungan, Karang Taruna harus hadir sesuai kemampuan yang kita miliki," tutup Arfan.




(ega/ega)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rektor UNSOED Akhmad Sodiq Baru Dilantik Periode 2026-2030, Ditangkap KPK Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru
• 1 jam lalu
0
thumb
Penyebab Dinding dan Lantai SDN Karangindah 01 Bekasi Rusak
• 5 jam lalu
0
thumb
Kopdes Merah Putih Bisa Jadi Wadah Pekebun Sawit Dapat PSR
• 17 jam lalu
0
thumb
Bahlil Lahadalia Sebut Program Presiden Prabowo Sejalan dengan Roh Golkar
• 1 jam lalu
0
thumb
China Tahan Suku Bunga Pinjaman Acuan 15 Bulan Beruntun
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.