HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAROS — Langkah nyata mengatasi kelangkaan pakan ternak saat musim kemarau terus digalakkan kalangan akademisi. Tim dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) memelopori program pemberdayaan masyarakat dengan mengintegrasikan kebun pisang Cavendish dan usaha peternakan di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan pengabdian bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Integrasi Ternak Sapi dengan Kebun Pisang Cavendish: Menuju Pertanian Berkelanjutan dan Ekonomi Berdikari” ini diketuai oleh Dr. Ir. Rohmiyatul Islamiyati, MP, bersama anggota tim Fahrul Irawan, Ph.D, dan Muhammad Ridwan, S.Pt., M.Si. Program inovatif ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Kemendiktisaintik melalui hibah Pengabdian BIMA Tahun Anggaran 2026.
Inisiasi program pengabdian ini didasari kondisi objektif petani mitra di Desa Benteng Gajah. Selain membudidayakan tanaman pisang Cavendish, sebagian besar warga juga memiliki hewan ternak seperti sapi dan kambing. Kendala utama selalu muncul saat memasuki musim kemarau, di mana peternak kerap kali kesulitan dalam memperoleh pasokan pakan hijauan segar bagi ternak ruminansia mereka.
Keterbatasan pakan yang terjadi secara musiman ini menjadi tantangan besar bagi produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan masyarakat setempat. Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian Unhas hadir membawa solusi konkret dengan memanfaatkan limbah kebun pisang Cavendish yang selama ini belum diolah secara optimal melalui penerapan teknologi silase.
Ketua Tim Pengabdian Unhas, Dr. Ir. Rohmiyatul Islamiyati, MP, menekankan betapa krusialnya menjaga ketersediaan pakan demi keberlangsungan usaha peternakan warga, khususnya di tengah ancaman dampak kemarau.
“Ketersediaan pakan khususnya pada musim kemarau sangat krusial untuk mendukung produktivitas ternak, apalagi dengan potensi sumber daya pakan lokal yang sebenarnya melimpah seperti di Desa Benteng Gajah ini,” jelas Rohmiyatul di hadapan para peserta pelatihan.
Melalui penerapan konsep integrasi ini, hubungan saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara sektor pertanian dan peternakan di Desa Benteng Gajah dapat terwujud secara nyata. Limbah perkebunan pisang beralih fungsi menjadi pakan fermentasi (silase) berkualitas tinggi, sementara kotoran dari hewan sapi atau kambing diolah kembali menjadi pupuk organik penyubur lahan tanaman pisang Cavendish.
Transfer teknologi pengolahan silase ini diyakini mampu mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi serta peningkatan kesejahteraan hidup para petani dan peternak di Maros secara mandiri dan berkesinambungan.
Kegiatan bermanfaat ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Benteng Gajah yang menyambut hangat kedatangan tim akademisi Unhas. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa terima kasih atas kepedulian Unhas terhadap kemajuan sektor pertanian dan peternakan di desanya.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim pengabdian yang telah memberikan pelatihan yang sangat bermanfaat ini untuk mendukung kegiatan pertanian dan peternakan di daerah kami,” tutur Kepala Desa Benteng Gajah. (suk/adv)






Komentar (0)