Pesawat pengintai AS deklarasikan "darurat" saat dekat Selat Hormuz

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Washington (ANTARA) - Sebuah pesawat sistem peringatan dan kendali udara (AWACS) atau pesawat pengintai jenis Boeing E-3B Sentry milik Angkatan Udara Amerika Serikat mengumumkan keadaan darurat saat terbang di atas Semenanjung Arab, dekat Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Menurut data penerbangan yang ditelaah RIA Novosti, pesawat berusia 46 tahun itu muncul di layar radar pukul 22.40 GMT dengan kode darurat 7700 telah diaktifkan.

Pesawat itu kemudian turun dari ketinggian lebih dari 6.700 meter menjadi sekitar 5.400 meter, kemudian mulai bergerak ke arah barat meninggalkan wilayah udara di atas Teluk Oman dan Selat Hormuz menuju daratan.

Pada saat yang sama, tiga pesawat tanker pengisi bahan bakar udara jenis Boeing KC-46A Pegasus, juga milik Amerika, beroperasi di wilayah udara dekat Selat Hormuz dan Uni Emirat Arab (UEA).

Ketiga pesawat tanker tersebut sebelumnya lepas landas dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar dan terbang membentuk pola melingkar di atas wilayah UEA.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Trump diam-diam ganti pesawat saat di Turkiye di tengah ancaman Iran

Baca juga: Laporan: AS akan kerahkan puluhan pesawat tanker ke Israel

Baca juga: Sedikitnya tujuh pesawat militer AS terbang di Teluk Persia dan Oman



Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri 2026 di Surabaya, Kobarkan Semangat Pengabdian
• 24 menit lalu
0
thumb
Kemhan Rencanakan Kembangkan Bandara Kertajati, Jadi Pangkalan Udara dan Bengkel Pesawat Tempur
• 5 jam lalu
0
thumb
ABK Asal Bandung Hilang di Samudra Hindia
• 13 jam lalu
0
thumb
PLN Dukung Pengembangan Geothermal, Dorong Ketahanan Energi Nasional
• 3 jam lalu
0
thumb
Super League 2026/2027: PSIM Siapkan Launching Tim dan Jersey di Stadion Sultan Agung Akhir Pekan Depan
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.