HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAROS – Tim PPK Ormawa UKM Fosil Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Fapet-UH) berhasil menggelar pelatihan pembuatan silase di Dusun Balocci, Desa Benteng Gajah, Kabupaten Maros pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung kemandirian pakan ternak warga dengan memanfaatkan limbah batang pisang cavendish yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.
Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar, mengungkapkan bahwa area perkebunan pisang cavendish di desanya mencapai sekitar 30 hektar. Namun, limbah batang pisang yang dihasilkan setiap minggunya, sekitar 100 hingga 200 batang, seringkali terbuang percuma. Ia berharap melalui program ini, limbah tersebut dapat diolah menjadi pakan ternak yang bergizi.
“Melalui program ini, saya berharap batangnya bisa diolah menjadi pakan ternak. Sebaliknya, limbah dari ternak bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk untuk tanaman pisang,” jelas Ansar.
Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini merupakan bagian dari program Mamacca (Masyarakat Mandiri Melalui Aksi Cerdas Circular Agriculture). Program ini bertujuan mendorong kemandirian pakan ternak berbasis pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan. Sebanyak 28 peserta yang terdiri dari perangkat RT, pemuda Karang Taruna, warga, peternak, dan petani pisang cavendish mengikuti pelatihan ini.
Seorang dosen Fakultas Peternakan memaparkan teknologi pemanfaatan limbah pertanian menjadi pakan silase secara rinci. Ia menjelaskan tahapan fermentasi pakan mulai dari pencacahan batang pisang, pencampuran bahan aditif untuk mempercepat proses fermentasi, hingga penyimpanan dalam wadah kedap udara atau silo.
Teknologi silase ini tidak hanya meningkatkan kadar nutrisi dan daya simpan pakan saat musim kemarau, tetapi juga efektif menekan biaya pakan peternak melalui pemanfaatan limbah lokal yang melimpah. Dengan demikian, peternak dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak mereka.
Sesi demonstrasi praktik langsung menjadi puncak acara, dimana tim PPK Ormawa UKM FOSIL FAPET-UH memandu peserta dalam menerapkan tahapan teknis pembuatan silase. Tingginya partisipasi aktif warga dalam praktik ini menjadi indikator keberhasilan transfer teknologi di lokasi kegiatan.
Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan dokumentasi bersama yang melambangkan komitmen dan kolaborasi berkelanjutan antara tim PPK Ormawa, pihak perguruan tinggi, serta masyarakat lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Benteng Gajah semakin mampu memanfaatkan potensi sumber daya lokal untuk mendukung sektor peternakan secara mandiri. (wis/*)






Komentar (0)