JAKARTA, KOMPAS.TV - Rangkaian gempa susulan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah setelah gempa magnitudo 7,7 terjadi Sabtu, 5 Agustus 2026.
Hingga Kamis (20/8) pukul 23.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 4.084 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.
Angka tersebut tercatat beberapa jam sebelum gempa kembali mengguncang Flores pada Jumat (21/8) dini hari tadi pukul 01.12.53 WIB. Gempa terbaru tercatat bermagnitudo 5,3 dalam informasi awal BMKG dan kemudian diperbarui menjadi magnitudo 5,2.
Jika dihitung sejak gempa utama pada 15 Agustus pukul 05.58.23 WIB hingga batas pemantauan 20 Agustus pukul 23.00 WIB, periode tersebut berlangsung sekitar 113 jam.
Dengan total 4.084 aktivitas, rata-rata terdapat sekitar 36 aktivitas gempa susulan per jam selama periode pemantauan tersebut.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Anggaran Bencana Rp5 T untuk Tangani Gempa NTT
Gempa M5,2 Kembali Guncang FloresGempa terbaru terjadi pada Jumat dini hari dengan pusat di laut, sekitar 41 kilometer timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. BMKG mencatat episenternya berada pada koordinat 8,38 derajat lintang selatan dan 120,60 derajat bujur timur dengan kedalaman 23 kilometer.
Dalam keterangan tertulis yang ditandatangani Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto, gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian susulan gempa M7,7 pada 15 Agustus.
"Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 05.58.23 WIB," tulis Wijayanto dalam keterangan BMKG melalui InaTEWS BMKG, Jumat (21/8).
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Getaran Dirasakan di Sejumlah WilayahBMKG mencatat gempa dirasakan dengan tingkat intensitas berbeda di sejumlah wilayah Flores:
- IV MMI: Sambi Rampas, Manggarai Timur; Reok, Manggarai; dan Kota Ruteng.
- III MMI: Kota Borong, Kota Bajawa, dan Kota Mbay.
- II MMI: Kota Labuan Bajo.
Baca Juga: Mensesneg Buka Suara soal Rencana Prabowo Tinjau Wilayah Terdampak Gempa NTT | BERUT
BMKG mengidentifikasi gempa sebagai gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault.
BMKG akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan memperbarui informasi kepada masyarakat.
Dalam keterangannya, BMKG juga meminta warga tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : InaTEWS BMKG
- gempa Flores
- gempa susulan
- BMKG
- NTT
- gempa Nagekeo
- InaTEWS






Komentar (0)