Fakta-Fakta 2 KRL Ganguan karena Tertemper

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Dua kejadian melibatkan Commuter Line Bogor No. 1183 relasi Bogor–Jakarta Kota dan Commuter Line Tangerang No. 1914 relasi Duri–Tangerang terjadi pada Kamis (20/8).

Commuter Line Bogor tertemper oleh kakek 80 tahun yang menyeberang di jalur rel lintas Pasar Minggu–Manggarai. Sementara Commuter Line Tangerang tertemper sepeda motor milik siswa SMA yang melintas di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawabuaya–Batu Ceper.

Insiden tersebut berdampak terhadap perjalanan Commuter Line. Sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga lebih dari 1 jam dan 2 perjalanan lainnya dibatalkan.

Sementara di lintas Tangerang, sebanyak 8 perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan hingga 48 menit.

Sudah Normal Kembali

Perjalanan Commuter Line rute Bogor-Jakarta Kota dan Duri-Tangerang kembali normal setelah sempat mengalami gangguan pada Kamis (20/8) pagi.

KAI Commuter menyampaikan proses evakuasi KA 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota yang terdampak insiden tertemper orang telah selesai. Penanganan lebih lanjut dilakukan di Stasiun Manggarai.

“Proses evakuasi KA 1183 (Bogor-Jakarta Kota) dampak tertemper orang telah selesai, penanganan lebih lanjut dilakukan di Stasiun Manggarai,” tulis akun resmi KAI Commuter yang dikutip kumparan.

KAI Commuter menyebut perjalanan Commuter Line lintas Bogor-Jakarta Kota pergi-pulang (PP) kini sudah dapat dilalui melalui dua jalur. Meski demikian, petugas masih melakukan penguraian kepadatan di lintas.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Terima kasih atas kesabaran dan kerja sama Rekan Commuters selama proses penanganan berlangsung,” tulis KAI Commuter.

Gangguan juga sempat terjadi pada perjalanan Commuter Line lintas Duri-Tangerang. KAI Commuter sebelumnya melaporkan adanya sepeda motor yang tertabrak di antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper.

Adapun perjalanan KA 1914A relasi Duri-Tangerang kini juga telah kembali normal. KAI Commuter menyatakan perjalanan Commuter Line sudah dapat dilalui melalui dua jalur dan saat ini masih dalam proses penguraian kepadatan di lintas.

Terpisah, Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan membenarkan kedua perjalanan tersebut telah kembali normal.

“Selamat pagi, saat ini sudah kembali normal masih proses penguraian kelambatan,” kata Leza saat dikonfirmasi.

Siswa Bawa Motor Meninggal

Seorang siswa berinisial DK (18) tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya tertemper KRL rute Duri-Tangerang di dekat perlintasan kereta api kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (20/8) pagi.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Reza Hafiz Gumilang mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.

“Pada saat Sepeda Motor Honda No.Pol B-3866-CME dikendarai Saudara Dede Kurniawan melaju di Jalan Semanan Tembok Bolong dari arah Utara menuju ke arah Selatan,” kata Reza dalam keterangannya, Kamis (20/8).

Setibanya di dekat perlintasan kereta api Semanan Tembok Bolong, sepeda motor tersebut bertabrakan atau tertemper KRL jurusan Tangerang yang melaju dari arah Timur menuju Barat.

Akibat kejadian itu, DK mengalami luka pada bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sepeda motor Honda dengan nomor polisi B-3866-CME yang dikendarai korban juga mengalami kerusakan. Polisi mengamankan kendaraan tersebut beserta STNK sebagai barang bukti.

Reza mengatakan penyebab kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Polisi telah mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencari saksi, mengevakuasi korban, serta mengamankan barang bukti.

Melintas di Perlintasan Tak Resmi

KAI Commuter menyebut kecelakaan yang melibatkan Commuter Line Tangerang No. 1914 relasi Duri–Tangerang terjadi setelah sepeda motor melintas di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawabuaya–Batu Ceper, Kamis (20/8) pagi.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan gangguan tersebut berdampak pada delapan perjalanan Commuter Line Tangerang. Seluruhnya mengalami keterlambatan hingga 48 menit.

Kakek 80 Tahun Meninggal

Seorang pria lanjut usia berinisial ISH (80) meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) rute Bogor-Jakarta Kota di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (20/8) pagi ini.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) terkait peristiwa tersebut.

“Bahwa benar telah dilakukan pengecekan TKP diduga orang yang terserempet kereta listrik,” kata Joko dalam keterangannya, Kamis (20/8).

“Korbannya seorang laki-laki diketahui bernama Ishak, usia 80 tahun,” lanjutnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.50 WIB di jalur rel KRL jurusan Bogor-Jakarta, tepatnya di Jalan Kebon Baru RT 06/06, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Joko menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban terlihat berjalan di sekitar pinggir rel kereta api.

“Sesaat setelah melintas kereta listrik dari arah Bogor menuju Jakarta diketahui korban terserempet kereta listrik dimaksud,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, ISH meninggal dunia di lokasi. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit.

Kata Pramono

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI akan terus berkolaborasi dengan PT KAI untuk mencegah kejadian orang maupun kendaraan tertabrak kereta kembali terjadi.

Hal itu disampaikan Pramono merespons dua insiden KRL tertemper yang terjadi di Jakarta pada Kamis (20/8) pagi. Dua kejadian tersebut terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dan Kalideres, Jakarta Barat, yang menewaskan dua orang warga.

“Ini harus menjadi pemikiran bersama antara Pemerintah Jakarta dengan KAI untuk bersama-sama bisa mengurangi atau menyelesaikan peristiwa-peristiwa yang seperti itu,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/8).

Pramono mengatakan, Pemprov DKI sebenarnya telah membangun pagar di sejumlah ruas jalur kereta untuk mencegah masyarakat menyeberangi rel secara sembarangan.

“Beberapa ruas sebenarnya sudah kami bangun pagar untuk masyarakat tidak dengan bebas menyeberangi rel kereta yang ada,” ujarnya.

Pramono mengaku baru mengetahui adanya dua insiden tersebut. Ia menilai kejadian itu perlu menjadi perhatian bersama antara Pemprov DKI dan KAI.

“Jadi, apa pun yang terjadi ini harus menjadi pemikiran bersama antara Pemerintah Jakarta dengan KAI,” kata Pramono.

KAI Ingatkan soal Perlintasan Sebidang

KAI Commuter mengimbau pengguna untuk selalu mengutamakan keselamatan saat menggunakan layanan Commuter Line maupun ketika beraktivitas di sekitar perlintasan sebidang.

Imbauan itu disampaikan setelah terjadi dua insiden Commuter Line tertemper di lintas Bogor dan Tangerang, Kamis (20/8) pagi.

Direktur KAI Commuter Purnomo Sidi meminta pengguna untuk selalu mengikuti arahan petugas, terutama ketika terjadi kendala operasional di perjalanan.

“Jika terjadi kendala operasional seluruh pengguna diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, tidak memaksakan masuk jika kondisi KRL sudah terlalu padat dan tidak melintas jalur rel,” kata Purnomo dalam keterangan yang diterima kumparan, Kamis (20/8).

KAI Commuter juga mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diminta tidak menerobos atau melintas di jalur kereta api secara sembarangan.

“Keselamatan di perlintasan sebidang juga merupakan tanggung jawab bersama. KAI Commuter juga secara rutin melakukan edukasi dan sosialisasi terkait keselamatan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda.

Menurutnya, diperlukan kolaborasi dan kesadaran seluruh pengguna jalan raya untuk menjaga keselamatan saat melintas di perlintasan sebidang.

“KAI Commuter akan terus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan pihak kewilayahan dan tokoh-tokoh masyarakat untuk mengedukasi terkait keselamatan di sepanjang jalur rel,” kata Karina.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menkeu Purbaya Mulai Hitung Anggaran Pemulihan Pascabencana di NTT
• 21 jam lalu
0
thumb
Jadwal F1 GP Belanda 2026: Grand Prix Pertama Pasca Libur Musim Panas Sekaligus Balapan Kandang Terakhir Max Verstappen
• 4 jam lalu
0
thumb
Rekomendasi Mobil 7 Penumpang Rp150 Jutaan
• 17 menit lalu
0
thumb
Kapolres Bulukumba Pimpin Ratusan Personel Bersihkan Kawasan Pantai Merpati
• 37 menit lalu
0
thumb
Menjaga Semangat Belajar Siswa Kala Lantai Sekolah Pecah dan Plafon Keropos
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.