Dedi Mulyadi Resmi Buka Kawasan Taman di Gedung Sate Bandung, Kini Punya Nama Baru yang Miliki Makna Ini

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Momen Dedi Mulyadi resmi buka kawasan taman ramai jadi perbincangan. Taman tersebut pun diresmikan Gubernur Jawa Barat itu di Gedung Sate, Kota Bandung.

Kawasan yang sebelumnya bernama pelataran Gedung Sate itu pun kini sudah berganti nama. Ya, pria yang akrab disapa KDM itu mengatakan nama pelataran itu sekarang berubah menjadi Pasanggrahan Pancarasa.

Makna dari nama Pasanggrahan Pancarasa pun bukan asal belaka. Melainkan memiliki makna yang berkaitan dengan lima indera yang dimiliki manusia.

"Kita ini punya lima rasa. Punya mata harus melihat, punya telinga harus mendengar, punya hidung harus menghisap, punya lidah harus berucap, punya hati harus ikhlas," tulis Dedi Miulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Rabu (19/8/2026).

Lebih lanjut terkait Dedi Mulyadi resmi buka kawasan taman di Gedung Sate, ia juga membeberkan soal kawasan itu yang disebutnya memiliki sejarah. Yakni sebagai tempat untuk berkumpulnya masyarakat di masa lalu.

Yang mana datang dari daerah kerajaan lain yang datang menggunakan kuda.

"Pasanggrahan itu tempat berkumpul, alun-alun. Dulu berkumpulnya di Pasanggrahan itu orang pakai kuda daerah kerajaan," imbuh Dedi Mulyadi.

Dan seusai direnovasi, kini kawasan itu resmi dibuka untuk masyarakat. Meski begitu, Dedi meminta warga juga ikut menjaga fasilitas, yakni dengan tidak menginjak rumput.

"Sudah dibuka. Tapi rumputnya jangan diinjak," terangnya.

Setelahnya, beragam respon pun muncul. Dimana banyak masyarakat yang memuji namun juga mengkritik namun tetap diapresiasi oleh KDM.

"Saya juga mengucapkan terima kasih bukan hanya yang merespons positif, pada yang mengkritik pun saya mengucapkan terima kasih," ucap KDM.

 

Sementara itu, usai Dedi Mulyadi resmi buka kawasan taman di Gedung Sate, ia juga menyampaikan permohonan maaf. Pasalnya jalan di daerah itu sempat ditutup.

Yakni tepatnya pada Senin (17/8/2026) lalu dikarenakan untuk keperluan upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan upacara penurunan bendera Merah Putih.

"Saya menyampaikan ucapan permohonan maaf pada seluruh pengguna jalan di sekitar Gedung Sate pada hari kemarin mengalami penutupan karena kegiatan upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI dan upacara penurunan bendera merah putih," ujar Dedi dikutip dari TribunJabar.id.

"Pasti ada yang merasa terganggu aktivitasnya, kami menyampaikan permohonan maaf dan semua dilakukan demi kenyamanan seluruh warga yang hadir di areal halaman Gedung Sate atau Pasanggrahan Pancarasa," tandasnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
[FULL] Viral! Desil untuk Subsidi, LPEM UI Soroti Akurasi-Daya Beli Kelas Menengah | KOMPAS BISNIS
• 23 jam lalu
0
thumb
Apresiasi Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas', Wali Kota Medan: Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
• 6 jam lalu
0
thumb
Video: Sensus Ekonomi 2026 Merekam Denyut Ekonomi RI
• 10 jam lalu
0
thumb
Apresiasi Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas', Wali Kota Medan: Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
• 11 jam lalu
0
thumb
Gempa Susulan NTT Capai 3.752 Kali, BNPB Minta Warga Tetap Waspada
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.