HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Persaingan BRI Super League 2026/2027 diprediksi berlangsung semakin ketat. Selain kualitas pemain dan pelatih, kedalaman skuad akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan konsistensi tim sepanjang musim.
Legenda PSM Makassar dan Persija Jakarta, Luciano Leandro, menilai klub yang ingin bersaing di papan atas tidak cukup hanya mengandalkan sebelas pemain utama.
Menurutnya, kompetisi yang panjang dengan jadwal padat akan menguji kemampuan setiap tim dalam menjaga performa dari awal hingga akhir musim.
“Super League bukan hanya ditentukan oleh kualitas pemain di atas kertas. Konsistensi selama satu musim, kedalaman skuad, kualitas pelatih, kemampuan menghadapi tekanan dan terutama bagaimana sebuah tim menjaga performa ketika menghadapi jadwal padat akan sangat menentukan,” ujar Luciano dilansir dari situs bola, Jumat (20/8/2026).
Super League 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir pada 4 September 2026. Sebanyak 18 klub akan bersaing memperebutkan gelar juara sekaligus berusaha menghentikan dominasi Persib Bandung yang telah meraih tiga gelar secara beruntun.
Persib Tetap Kandidat Kuat
Luciano menilai Persib tetap menjadi salah satu kandidat utama untuk kembali mengangkat trofi.
Status sebagai juara bertahan menjadi keuntungan tersendiri bagi Maung Bandung. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membuat Persib bisa kembali menjadi juara dengan mudah.
“Persib saat ini berada satu langkah di depan karena statusnya sebagai juara bertahan. Tetapi menurut saya, musim depan persaingannya bisa sangat menarik dan Persib tidak akan mendapatkan gelar dengan mudah,” katanya.
Menurut Luciano, sejumlah klub pesaing juga melakukan persiapan serius. Perekrutan pemain baru, pemusatan latihan hingga pertandingan uji coba menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan sebelum kompetisi dimulai.
“Klub-klub Liga 1 saat ini sedang mempersiapkan diri dengan persiapan matang, mendatangkan pemain-pemain terbaik, menggelar pemusatan latihan, dan juga beruji coba. Setiap musim pastinya tim punya kekuatan berbeda dan menarik untuk ditunggu,” imbuhnya.
Kondisi tersebut membuat persaingan papan atas Super League musim depan diperkirakan tidak hanya melibatkan satu atau dua klub.
Tim dengan materi pemain yang lebih merata berpeluang memiliki keuntungan ketika kompetisi memasuki periode padat.
Agenda Timnas Bisa Menguras Skuad
Tantangan lain datang dari agenda internasional. Kompetisi domestik akan terganggu oleh sejumlah agenda tim nasional sepanjang musim 2026/2027.
Salah satunya adalah FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 3 Oktober 2026. Setelah itu, agenda internasional kembali menanti pada Piala Asia 2027 pada Januari mendatang.
Situasi tersebut berpotensi membuat sejumlah klub kehilangan pemain penting ketika kompetisi domestik masih berlangsung.
Bagi klub yang memiliki banyak pemain berlabel tim nasional, kondisi tersebut tentu harus diantisipasi sejak awal.
League Cup Tambah Kepadatan Jadwal
Belum selesai dengan agenda tim nasional, klub-klub Super League juga harus bersiap menghadapi kompetisi baru, League Cup Indonesia.
Fase grup League Cup dijadwalkan berlangsung pada 3-5 November, 24-26 November, dan 1-3 Desember 2026.
Persaingan kemudian berlanjut ke babak 12 besar pada 15-17 Januari 2027. Babak perempat final dijadwalkan berlangsung pada 30-31 Januari 2027.
Dengan tambahan kompetisi tersebut, jumlah pertandingan yang harus dijalani klub otomatis semakin bertambah.
Kondisi ini membuat kedalaman skuad bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama.
Klub harus memiliki pemain pelapis dengan kualitas yang tidak terlalu jauh dari pemain utama. Rotasi juga harus dilakukan secara tepat agar kondisi fisik pemain tetap terjaga tanpa mengorbankan performa tim.
Bagi Luciano, kemampuan sebuah klub melewati periode padat inilah yang nantinya bisa menjadi pembeda dalam perebutan gelar.
Tim yang mampu menjaga konsistensi ketika pemain utama mengalami cedera, dipanggil tim nasional, atau membutuhkan istirahat akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di papan atas hingga akhir musim.
Karena itu, persaingan Super League 2026/2027 tidak hanya akan ditentukan oleh siapa yang memiliki sebelas pemain terbaik, tetapi juga siapa yang mempunyai skuad paling siap menghadapi panjangnya kompetisi.






Komentar (0)