BANJARBARU, KOMPAS.TV - Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Harun Arrasyid, mengatakan kebakaran lahan dan hutan di wilayahnya sudah meluas.
Ia mengungkapkan ada ratusan hektare lahan yang terbakar sejak Januari 2026. Hal ini disampaikannya dalam program Kompas Petang KompasTV, Kamis (20/8/2026).
"Sampai saat ini kebakaran sudah meluas. Dari Januari sampai dengan kemarin, kami sudah ada mendata sekitar 960-an hektare lahan yang terbakar," ucap Harun.
Terkait penyebab kebakaran, Harun mengatakan kebakaran lahan terjadi akibat kemarau panjang. Ia mengaku bahwa pihaknya tidak berani menyimpulkan ada penyebab lain selain itu.
Ia pun menjelaskan kondisi wilayah Banjarbaru yang ciri khasnya memiliki lahan gambut yang didominasi tanaman seperti pakis atau pohon galam yang dalam keadaan kering sangat mudah terbakar.
"Di bawahnya lahan gambut sehingga kalau sampai terjadi kebakaran dia tidak bisa dipadamkan dengan cara yang mungkin konvensional seperti kebakaran di lahan mineral. Dia perlu waktu berhari-hari untuk bisa dipadamkan secara keseluruhan," ujarnya.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla di Banjarbaru Jadi Penyebab Kecelakaan, Warga Inisiatif Atur Lalu Lintas
Selain itu, Harun mengungkapkan kendalanya untuk memadamkan kebakaran lahan yakni ada beberapa lokasi lahan yang tidak bisa diakses.
Titik api jauh berada di tengah hutan yang tidak mungkin diakses kendaraan pemotor atau tangki pemadam.
Menurutrnya, kebakaran di beberapa titik secara bersamaan juga menjadi kendala lain dalam proses pemadaman.
Harun juga mengungkap hampir setiap hari di daerah tersebut terjadi kebakaran dengan skala kecil, menengah, maupun besar.
"Memang dalam beberapa hari ini ada eskalasi kebakaran," ujarnya.
Harun mengatakan kebakaran terjadi di daerah Landasan Ulin Selatan, Landasan Ulin Tengah, dan Landasan Ulin Timur.
Baca Juga: [FULL] Karhutla Bromo Capai 1.120 Hektar, Ketua BPBD Jatim Jelaskan Kondisi Terkini | KOMPAS MALAM
Ia mengungkap di daerah itu terdapat puluhan hektare lahan gambut sehingga menimbulkan kepulan asap lumayan tebal sebagai dampak kebakaran di wilayah tersebut.
Akibat kabut asap, Harun mengungkap indeks polusi udara juga buruk selama dua hari terakhir, berkisar antara 170-an mikrogram per meter kubik sampai 480-an mikrogram per meter kubik.
"Kategorinya memang sudah sangat-sangat tidak layak, tidak sehat, kalau kategorinya hitam," kata Harun.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- bpbd
- banjarbaru
- karhutla
- kebakaran
- kebakaran hutan
- kebakaran lahan






Komentar (0)